International Media

Selasa, 4 Oktober 2022

Selasa, 4 Oktober 2022

Presiden Jokowi dan Putin Ngobrol via Telepon, Apa Saja yang Dibahas?

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan via telepon dengan Presiden RI Jokow Widodo (Jokowi) pada Rabu (28/4). Pembicaraan ini merupakan inisiatif dari pihak Indonesia.

Diktip dari TASS, dalam pembicaraan itu kedua pemimpin membahas interaksi Rusia-Indonesia dan berbagai aspek kegiatan G20 mengingat Presidensi Indonesia di grup negara ekonomi besar dunia itu.

Atas permintaan Presiden Jokowi, Presiden Putin menguraikan penilaian Rusia terhadap situasi di Ukraina terkait operasi militer khusus yang sedang berlangsung. Kedua pemimpin sepakat untuk melakukan kontak lebih lanjut.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan,  bahwa dia telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Jokowi, yang mengundangnya untuk hadir dalam pertemuan tingkat tinggi G20 di Bali.

“Telah berbicara dengan Presiden @jokowi… Menghargai undangannya kepada saya ke pertemuan puncak @g20org,” kata Zelensky dalam sebuah cuitan, merujuk kepada Presiden Joko Widodo sebagai ketua G20 tahun ini.

Seperti dikeahui bahwa Ukraina bukan anggota G20, tapi ketua-ketua G20 sebelumnya pernah mengundang negara-negara lain sebagai tamu untuk menghadiri pertemuan.

Perlu dikeyahui bahwa G20 mengutuk invasi Rusia di Ukraina yang kini telah memasuki pekan kesembilan. Invasi itu telah meningkatkan ketegangan geopolitik, mengancam ekonomi global, dan memicu krisis kemanusiaan.

Sejumlah anggota G20 telah menyerukan agar Rusia dan Presiden Vladimir Putin dikeluarkan dari KTT di Bali pada November, tapi Indonesia menolak dan mengatakan terlalu dini untuk memutuskan hal itu.

Pada pertemuan pejabat keuangan G20 di Washington pekan lalu, delegasi Amerika Serikat (AS), Inggris dan Kanada melakukan aksi walk out atas kehadiran delegasi Rusia. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengakui kelompok tersebut menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia menyerukan kerja sama untuk mengatasi hambatan dalam pertumbuhan ekonomi global.***

Osmar Siahaan

Komentar