Preman `Disikat`, Bongkar Muat di Tanjung Priok Malah Berantakan

Tumpukan kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang tak kunjung dilakukan bongkar muat, Sabtu (12/6).

JAKARTA – Beberapa hari belakangan ini polisi gencar menangkapi para preman yang selama melakukan pungutan liar (pungli ) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.  Namun, setelah puluhan orang ditangkap, kini justru pelayanan

bongkar muat kontainer justru jadi berantakan.

Akun instagram @jakartainformasi Sabtu (12/6) kemarin memposting sopir kontainer di Tanjung Priok yang mengeluhkan lambannya pelayanan bongkar muat.

“Kondisi Tj Priok,” katanya dalam caption dikutip, Minggu (13/6).

Dalam video yang diduga direkam oleh supir kontainer itu memperlihatkan sepinya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Padahal sejumlah box container tampak bertumpuk.

Begitupun dengan sejumlah mobil kontainer yang terlihat mengantri menunggu sejumlah mobil box dipasang kontainer. Kejadian ini erjadi tak lama setelah Polisi menindak lanjuti perintah presiden memberantas pungli.

“UTC ngga ada pungli, ngga ada bongkar muat,” kata si perekam.

Sambil memperlihatkan kameranya, si perekam kemudian memperlihatkan banyaknya kendaraan yang menumpuk di setiap locknya. Hal ini disebabkan operator crane kontainer yang diduga bermalas malasan lantaran tak adanya pungli.

Setelah Presiden Jokowi menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar menindak tegas para preman yang sering melakukan pemalakan terhadap sopir kontainer di wilayah Jakarta Utara, polisi langsung bergerak cepat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya menangkap 49 pelaku yang memiliki peran dan kerap beraksi saat waktu tertentu.

“Yang kami amankan ini total ada 49 orang, di situ perannya masing-masing dengan kelompok masing-masing, di pos-pos masing-masing,” kata Yusri saat di Mapolrestro Jakarta Utara, Kamis (11/6) kemarin.

Dijelaskan Yusri, dari total 49 pelaku, Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara menangkap sebanyak 28 pelaku di dua perusahaan, yakni PT DKM dan PT GFC. Sementara itu 14 lainnya tertangkap tangan melakukan aksi pungli di jalanan sekitaran Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kemudian dari Polsek Cilincing enam pelaku dan Polsek Tanjung Priok ada delapan pelaku,” jelas Yusri. Sementara itu, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap tujuh pelaku pungli di dalam kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT). Kini pelaku diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Utara dan Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok untuk diproses lebih lanjut.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp