Polri Sebut Tewasnya Ibu dan Anak di Subang karena Pembunuhan Berencana

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

JAKARTA  Polisi menyatakan tewasnya ibu dan anak berinisial TH (55) dan AMR (23) di Subang, Jawa Barat,  karena pembunuhan berencana. 

“Kasus tindak pidana pembunuhan berencana ya, penyidik menyimpulkan kasus ini merupakan diduga tindak pidana pembunuhan dan direncanakan, Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di kantornya, Jakarta, Jumat (17/9).

Ramadhan mengatakan, dugaan itu muncul berdasarkan hasil penyidikan yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian dengan cara analisa dan pemeriksaan terhadap saksi.  

“Di mana penyidik sudah bekerja dengan menggunakan analisa-analisa yang dilakukan dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ramadhan menyebut pihaknya juga telah memeriksa sejumlah kamera pemantau atau CCTV untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. 

Sekadar diketahui, kasus pembunuhan ibu dan anak berinisial TH (55) dan AMR (23) di Subang, Jawa Barat, sudah sebulan belum terungkap pelakunya. 

Dalam hal ini, Dit Tipidum Bareskrim Polri juga telah turun tangan atau melakukan asitensi atas proses penyidikan yang dilakukan oleh Polres Subang dan Polda Jawa Barat. 

Ibu dan anak tersebut jasadnya ditemukan dalam kondisi bugil di bagasi mobil Alphard di Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada 18 Agustus 2021 lalu.

Sementara itu, penyidik gabungan Polres Subang dan Bareskrim Polri batal memeriksa Yosep sebagai saksi pembunuhan anak dan istrinya. Padal Yosep dan kuasa hukumnya Rohman Hidayat sudah menunggu di kantor polisi seharian.

Di tengah pembatalan pemeriksaan itu, penyidik Bareskrim mendatangi kediaman Yosep yang juga sebagai TKP pembunuhan istri dan anaknya di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.

Tim Bareskrim Polri mengecek kembali ceceran darah yang ditemukan saat pertama kali Tuti dan Amalia ditemukan di dalam bagasi mobil Alphard.

Pengecekan dilakukan di bagian samping, belakang, hingga bagian dalam rumah korban yang merupakan tempat ceceran darah itu pertama kali ditemukan.

Tepat pukul 16.30 WIB, Tim Bareskrim Polri yang didampingi anggota Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri serta Polres Subang itu meninggalkan lokasi penemuan jasad Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Meski begitu, hingga saat ini, polisi belum memberikan keterangan terkait perkembangan kasus pembunuhan yang menghebohkan masyarakat itu, termasuk pembatalan pemeriksaaan Yosep dan pengecekan yang dilakukan oleh Tim Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, penyidik bakal melakukan pengembangan dengan mengacu pada hasil labfor yang telah dikantongi pihaknya.

Pihaknya terus berupaya mengungkap pelaku pembunuhan. Pengembangan dilakukan dengan kembali memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

Menurut Erdi, berdasarkan hasil labfor, pihaknya membutuhkan keterangan saksi-saksi. Meski tidak merinci identitas saksi yang akan dipanggil, namun Erdi menyatakan bahwa tidak semua saksi terdahulu akan dipanggil kembali. “Kita, khususnya penyidik dari Polres Subang akan memanggil beberapa saksi, tapi tidak semua dari saksi yang terdahulu. (Pemeriksaan saksi) Itu terkait dari hasil pengembangan laboratorium forensik serta data yang mendukung untuk dipanggil atau diminta keterangan,” tutur Erdi, Jumat (10/9).***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp