International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

Polri Pastikan Rekayasa Lalin di Jalan Tol Resmi Berakhir

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo.

JAKARTA – Polri memastikan bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas (lalin) skema one way dan ganjil genap di jalan tol dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun 2022 telah resmi dinyatakan berakhir.

“Pada hari ini mulai dari pukul 00.30 WIB pelaksanaan rekayasa lalin one way Lebaran 2022 dinyatakan selesai,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Senin (9/5).

Setelah dilakukan sterilisasi tadi malam hingga pukul 02.30 WIB, kondisi arus lalu lintas di jalan tol dari trans Jawa hingga Cikampek telah berjalan normal di kedua jalur.

Dedi memastikan penyetopan kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut telah dilakukan analisas dan evaluasi dari hasil pengamatan melalui peta digital dan CCTV.

“Serta laporan dari anggota dilapangan bahwa arus lalin telah berkurang dan pada posisi normal harian,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, dari pengamatan itu, jumlah kendaraan yang melintas pada ruas jalan tol pada telah menunjukkan hasil bahwa tidak perlu dilakukan kegiatan rekayasa lalu lintas one way.

“Bahwa dengan berkurangnya kendaraan yang melintas maka akan menambah kecepatan yang dimungkinkan akan terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan fatalitas korban,” tutup Dedi.

103 Kecelakaan di Jabar

Sementara itu, Polda Jawa Barat (Jabar) mencatat sedikitnya 103 kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur mudik Jabar selama arus mudik dan balik Lebaran 2022.

Peristiwa kecelakaan tersebut umumnya terjadi di jalur arteri yang tersebar di Jabar. Akibatnya, 37 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, jumlah kecelakaan yang terjadi pada momen Lebaran tahun ini lebih sedikit dibandingkan Lebaran 2021 lalu.

“Total kejadian selama Operasi Ketupat Lodaya di Jawa Barat tahun ini 103 kejadian. Sementara di tahun lalu 133 kejadian,” kata Ibrahim, Senin (9/5).

Menurut Ibrahim, kecelakaan umumnya terjadi di jalur arteri. Total ada 97 peristiwa kecelakaan di jalur arteri dan hanya 6 kecelakaan di jalur tol.

Selain itu, kata Ibrahim, jumlah total korban tewas tahun ini sebanyak 37 orang atau lebih sedikit ketimbang tahun lalu yang mencapai 78 orang.

“Untuk yang meninggal dunia ada 37 orang, sebanyak 36 korban di jalur arteri dan 1 di jalur tol. Sedangkan untuk luka berat ada 29 orang dan luka ringan 137 orang,” tuturnya.

Saat disinggung jenis kendaraan yang banyak terlibat kecelakaan, Ibrahim mengaku belum mendapatkan data terkini terkait hal tersebut. “Belum ada datanya,” kata Ibrahim.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga