International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Polres Jakarta Barat Berhasil Ungkap Penyelundupan 304 Kg Ganja

Penyeludupan 304 kg ganja di truk sayur dibongkar Satresnarkoba Polres Jakbar dengan menangkap empat orang pelaku

JAKARTA(IM)-Satuan Serse Narkoba Polres Jakarta Barat berhasil menggagalkan Kasus peredaran narkotika jenis ganja seberat 304 kilogram jaringan Sumatera- Jawa. Empat orang pelaku dibekuk dan sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu HS (28), FV (32), YH (28), dan NF (29).
“Keempat tersangka semuanya berperan sebagai kurir, diimingi Rp150 juta dari Bandar,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce saat konferensi pers, Jumat (16/9).
Kombes Pasma juga mengatakan, pengungkapan tersebut berawal pada 3 September 2022 di Jalan Raya Lintas Timur Sumatera, Ketapang, Lampung Selatan.
Tim melakukan pemberhentian terhadap salah satu truk tronton yang akan mengantarkan sayur seberat 20 TON menuju Jakarta.
Truk tersebut dicurigai petugas menyelipkan ganja di antara barang bawaannya.
“Benar ditemukan 8 karung ganja tertumpuk sayuran dengan diamankan dua kurir pengantar HS dan EP,” terang Kombes Pasma.
Selanjutnya, tim kemudian melakukan pengembangan, Kombes Pasma mengatakan, HS dan EP diperintah oleh seorang Bandar berinisial AG yang masuk daftar pencarian orang (DPO), untuk mengantar pasokan ganja tersebut ke wilayah Jakarta.
“Saat tiba di wilayah Poris, Tangerang, tim kembali menangkap YH dan MF. Mereka diduga hendak menjemput barang kiriman dari HS dan EP,” lanjut Pasma.
“Dari penangkapan tim, yang bersangkutan diperintahkan DPO MC dan SM (Bandar) dijanjikan Rp60 juta bila berhasil antar,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Akmal menuturkan, pihaknya sempat mendapat perlawanan dari kedua pelaku berinisial YH dan MF.
Saat itu kedua pelaku mencoba untuk menodong celurit saat petugas menghampiri.
Dari para tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa ganja seberat 304 kilogram, satu unit Mobil Truk Tronton Isuzu warna putih, satu unit mobil Toyota Cayla, handphone milik para pelaku dan senjata tajam yang disimpan korban dalam mobil.
Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda sebanyak Rp 10 Milyar.

Frans Gultom

Komentar

Baca juga