International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Polisi Minta 2 DPO MIT Poso Segera Menyerahkan Diri

Terduga terorisme yang ditembak mati bernama Suhardin alias Hasan Pranata.

PALU (IM) – Polisi meminta dua Daftar Pencarian Orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tersisa segera menyerahkan diri.

“Saya masih berharap agar dua orang DPO yang belum tertangkap segera menyerahkan diri,” kata Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat jumpa pers di Polsek Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (28/4).

Menurut Rudy, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya memberikan kesempatan kepada dua DPO MIT Poso untuk menyerahkan diri secara baik-baik kepada Polri maupun TNI.

“Operasi Madago Raya ini akan berakhir apabila mereka menyerahkan diri. Kalau tidak kita akan mencari dan kejar sampai dapat,” tegasnya.

Pascatewasnya Suhardin alias Hasan Pranata hingga kini tersisa dua DPO MIT Poso, yaitu Nae alias Galuh alias Muklas dan Askar alias Pak Guru. Satgas Operasi Madago Raya memperkirakan keduanya masih berkeliaran di pegunungan Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Kabupaten Sigi.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Tugas Operasi Madago Raya menembak mati Daftar Pencarian Orang (DPO) Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (27/4).

Kontak tembak terjadi di Dusun Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong. Dari insiden itu dilaporkan salah satu DPO yang diduga Askar alias Pak Guru tewas tertembak, namun ternyata yang tewas adalah Suhardin alias Hasan Pranata berdasarkan hasil autopsi Tim Inafis Polda Sulteng.

Jasad terduga teroris Poso ini tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Rabu (27/4) sekitar pukul 23.48 Wita. DPO yang diketahui Suhardin dibawa menggunakan satu ambulans milik Polda Sulawesi Tengah dan mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya melakukan tindakan tegas terukur kepada salah satu terduga teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dedi menjelaskan sebelum melakukan tindakan tegas terukur terhadap DPO tersebut, personel Satgas Madago Raya telah meminta kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan diri. Namun, kata Dedi, DPO MIT itu tidak menghiraukan imbauan Satgas Madago Raya melainkan melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan petugas.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga