International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

Polisi Kawal Aksi Mahasiswa Serentak di Seluruh Indonesia

Polda Sumsel kerahkan 1.900 personel kawal aksi 11 April.

PADANG – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi secara serentak di seluruh Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya di seluruh Indoneisa  untuk melakukan pengawalan dan pengamanan aksi mahasiswa yang serentak di sejumlah kota besar di Tanah Air.

Instruksi Kapolri kepada seluruh jajaran baik dari tingkat Mabes Polri, polda dan polres jajaran untuk mengawal dan mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa pada 11 April 2022 dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Polri memberikan dan menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasinya atau memberikan ruang demokrasi.Oleh karena itu, pendekatan humanis harus terus dilaksanakan dalam mengawal aksi demonstrasi.

Polri memiliki komitmen dalam rangka menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

Korps Bhayangkara berpegang teguh pada aturan dalam UUD 1945 maupun undang-undang (UU) soal kebebasan berpendapat dan berekspresi yang merupakan bagian dari hak asasi manusia, sehingga diberikan perlindungan secara universal.

Di Sumatera Barat (Sumbar) akan digelar di kantor DPRD Sumbar, Jalan Khatib Sulaiman sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (11/4). Diperkirakan sekitar 1000-an  mahasiswa turun ke jalan.

Sekitar 800 personil jajaran Pegunungan Polresta Padang dan dibantu personil Polda Sumbar termasuk pasukan Brimob serta 100 prajurit TNI, diterjun untuk mengamankan jalannya aksi demoo mahasiswa tersebut.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir menjelaskan pengamanan ini Polresta Padang menurunkan sekira 800 personil jajaran Pegunungan Polresta Padang dan dibantu personil Polda Sumbar termasuk pasukan Brimob serta 100 prajurit TNI.

“Yang kita waspadai anak-anak SMK yang tidak ada kepentingan ikut unjuk rasa, jika kita mendapatkan hal itu, anak-anak yang tidak beritikad baik akan dihadapi secara humanis,” ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir, Senin (11/4).

Imran mengatakan, pihak sudah melakukan antisipasi dengan berkoordinasi kepada semua kepala sekolah yang ada di Kota Padang.

“Ini mengantisipasi anarkis, kita koordinasi semua kepala sekolah kota Padang karena aksi ini dilaksanakan murni mahasiswa,” katanya.

Apalagi, kata dia, saat ini masih ada proses belajar mengajar jadi kepala sekolah tidak mengizinkan siswa ikut melakukan aksi. Untuk aksi unjuk rasa ini akan dimulai dari tiga titik kumpul di depan kampus Universitas Negeri Padang, Universitas Bung Hatta serta di depan rumah makan Lamun Ombak.

“Pemberitahuan kita aksi ini dilakukan sekira pukul 14.00 WIB dengan massa 1.000 orang, kita sudah siaga di sini,” ucapnya.

Imran meminta kepada personil untuk menghadapi massa secara humanis dan menjaga mereka tidak ada bentrok.

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menyiagakan sekira 1.900 personel gabungan untuk mengawal aksi mahasiswa agar berlangsung dengan aman dan tertib, Senin (11/4).

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi mengatakan personel gabungan yang disiagakan di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Palembang dan sekitar lokasi penyampaian aspirasi terkait isu pemilu, kenaikan kebutuhan pokok, dan bahan bakar minyak (BBM) itu terdiri atas 700 personel Polda Sumsel, 1.000 personel Polrestabes Palembang, dan 200 personel dari polres jajaran lainnya.

Selain melakukan pengamanan untuk mengawal aksi mahasiswa agar tidak disusupi pihak-pihak yang bertujuan memicu terjadinya bentrokan serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pihaknya juga menyiapkan personel untuk melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas selama unjuk rasa berlangsung di kawasan Simpang Lima Gedung DPRD Sumsel, di Palembang.

Arus lalu lintas perlu dilakukan pengaturan dan pengalihan, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi konsentrasi massa peserta unjuk rasa.

Kemudian, selama melakukan unjuk rasa, pihaknya mengimbau mahasiswa maupun elemen masyarakat, agar dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib, santun, dan mengantisipasi berbagai hal yang dapat memicu gangguan kamtibmas. “Hindari aksi yang berujung pada tindakan anarkis yang jika hal itu terjadi pastinya akan menimbulkan kerugian banyak pihak,” ujar Kabid Humas.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga