Polisi Dilarang Kawal Rombongan Moge, Mobil Mewah atau Pesepeda

Ilustrasi

JAKARTA  – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melarang seluruh jajarannya untuk melakukan pengawalan terhadap rombongan Motor Gede (Moge), mobil mewah dan pesepeda. Kebijakan itu sudah mulai diterapkan sejak bulan Februari 2021 lalu.

“Ini kebijakan Dirlantas Polda Metro Jaya melarang anggota saya mengawal Moge, mengawal mobil mewah, dan mengawal pesepeda,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/3).

Kebijakan tersebut dikeluarkan, lantaran dalam prosesi pengawalan aparat kepolisian tersebut kerap melahirkan kecemburuan sosial di lapisan masyarakat.

Pasalnya, dalam melakukan pengawalan terkadang aparat kepolisian harus memberikan prioritas dari pengguna jalan lainnya kepada mereka-mereka yang mendapatkan pengawalan.

“Kenapa, karena pengawalan yang dilakukan polisi itu sering menimbulkan kecemburuan masyarakat, oleh sebab itu saya melarang anggota saya untuk mengawal motor besar, mengawal mobil mewah, dan rombongan pesepeda,” ujar Sambodo.

Sambodo menekankan, pelarangan pengawalan itu diterapkan ke seluruh kegiatan. Meskipun ada beberapa momentum yang memang diberikan pengecualian dengan alasan kepentingan.

“Kegiatan apapun, kecuali untuk memang mereka kegiatan olahraga ada event olahraga, yang memang itu atlet ya itu kami kawal,” katanya.

Pengawalan kendaraan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1993. Untuk itu, ada tujuh kendaraan yang diperbolehkan dikawal aparat kepolisian.

“Peraturan perundang-undangan yang ada memberikan peluang bagi orang tertentu atau kendaraan yang digunakan bagi keperluan tertentu mendapatkan prioritas menggunakan jalan untuk berlalu lintas. Hak utama itu diatur dalam PP Nomor 43 Tahun 1993,” ujar Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal, Senin 15 Maret 2021.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp