Polisi Dalami Kasus Penipuan Eks Pemain Timnas Sepak Bola Indonesia

Ilustrasi

BEKASI –  Polisi masih mendalami kasus penipuan yang dialami seorang bernama Ajie Fadilah oleh mantan pemain tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia berinisial NA dan rekannya RS.

Adapun modus penipuan dalam kasus ini adalah Ajie dijanjikan untuk bekerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat.

“Kita perlu pendalaman dari kasus (dugaan penipuan) itu,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, saat dihubungi, Kamis (8/4).

Erna memastikan bahwa korban telah melaporkan dugaan penipuan yang dialaminya ke Polres Metro Bekasi Kota beberapa waktu lalu. Dengan demikian, pihaknya masih mendalami laporan kasus itu dengan memeriksa berkas, sejumlah saksi dan beberapa barang bukti.

“Biasanya kalau proses (di Polres) itu LP, didata, kemudian dikirim ke KBO, nanti naik ke Kasat Reskrim, baru kemudian ke penyidik,” ucapnya.

Penipuan itu terjadi saat Ajie mencari informasi mengenai pekerjaan melalui RS. RS merupakan pegawai tenaga kerja kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat. RS lalu menjanjikan Ajie dapat bekerja sebagai TKK di salah satu dinas di Pemkot Kota Bekasi, dengan bantuan rekannya, NA.

 NA diketahui sebagai mantan pemain timnas sepak bola yang kini bekerja di Pemkot Bekasi. Keduanya meminta uang sebesar Rp 50 juta kepada Ajie dengan jaminan dapat lolos berkerja sebagai TKK.

 “Dia minta Rp 50 juta, tapi saya kasih Rp 35 juta dulu, jadi sisanya saya lunasi setelah saya sudah jadi TKK di sana dan mereka pun setuju,” kata Ajie, Senin (5/4) lalu.

Sepakat dengan mekanisme itu, orangtua Ajie, Sudjono menemui RS dan NA dengan menyerahkan uang pada 1 September 2019. Hingga Maret 2020, Ajie belum juga bekerja sebagai TKK sebagimana yang dijanjikan.

Dia pun menanyakan lepada RS. Saat itu RS beralasan belum dapat memproses permintaanya karena Pemkot Bekasi tengah sibuk menangani pandemi Covid-19.

“Karena korona, jadi belum ada kepastian yang jelas,” ucapnya.

Ajie lalu kembali diminta menunggu hingga hampir satu tahun. Pada Januari 2021, dia kembali menanyakan kepada RS mengenai pekerjaan itu. Ajie sempat menerima foto Surat Keterangan (SK) yang dikirimkan RS. Namun, kiriman foto SK tersebut buram.

“Tapi RS bilang sudah ada SK saya pada tahun 2020, dia kasih saya foto SK yang dikirim NA ke dia, tapi foto SK saya blur, enggak jelas, dia bilang bakal minta lagi ke NA cuma sampai sekarang enggak ada,” kata Ajie. Ajie yang merasa ditipu oleh RS dan NA. Dia lalu melaporkan keduanya ke Polres Metro Bekasi.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp