Polisi Bubarkan Kerumunan Simpatisan dan Wartawan yang Meliput Sidang Perdana Rizieq

PN Jakarta Timur dipadati simpatisan Habib Rizieq yang ingin menyaksikan sidang pemcaan dakwaan terhadap Habib Rizieq.

JAKARTA – Aparat kepolisian membubarkan kerumunan simpatisan dan awak media yang meliput sidang perdana pembacaan dakwaankasus karantina kesehatan dengan terdakwa Habib Rizieq Shibab (HRS), di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (16/3).

Aparat kepolisian meminta simpatisan dan awak media yang berada di PN Jakarta Timur meninggalkan lokasi persidangan.

“Ini sudah ada siarannya di Youtube, silakan awak media dan ibu-ibu dan bapak-bapak keluar. jangan berkerumun. Silahkan ikuti dari situ,” kata Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (16/3).

Dia menuturkan, alasan membubarkan simpatisan dan awak media karena saat ini situasi masih dalam kondisi paandemi Covid-19.

“Kita jaga kesehatan dan keselamatan karena ini masih dalam situasi Covid-19,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, pembubaran itu sempat berjalan alot. Pasalnya, simpatisan yang didominasi ibu-ibu terlibat adu mulut dengan petugas.

“Mana yang berkerumun? dia (polisi) saja berkerumun, kita diusir-usir,” kata salah satu ibu-ibu simpatisan HRS yang datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Selain memprotes pembubaran tersebut, seorang ibu-ibu lainnya meminta kepada majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan HRS agar bersikap adil. Hal itu, kata dia, dalam kasus kerumunan di Petamburan, HRS tidak bisa disalahkan.

“Mana ada orang tua mau nikahin anaknya malah ditangkap. Kita minta hukum itu jangan runcing ke bawah tumpul ke atas,” ucapnya.

Sebagai informasi, persidangan secara virtual akhirnya ditunda hingga Jumat mendatang karena ada gangguan sonyal sehingga suara tidak terdengar.

Pantauan di lokasi sejak pagi ratusan petugas gabungan dari unsur TNI, Polri hingga Satpol PP terlihat berjaga di sekitar PN Jakarta Timur, baik di dalam maupun di luar PN Jakarta Timur.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp