International Media

Jumat, 27 Mei 2022

Jumat, 27 Mei 2022

Polda Sumut Akhirnya Menahan 8 Tersangka Kasus Kerengkeng di Rumah Bupati Langkat

Polisi tangkap 8 tersangka kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif.

MEDAN (IM) – Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya menahan 8 orang tersangka terkait krengkeng manusia di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin.

Sebelumnya, kedelapan tersangka yakni SP, TS, HS, IS, RG, DP, JA, dan HG, sejak dua pekan terakhir dikenakan wajib lapor.

Bupati Terbit Rencana Perangin-angin (TRP)  yang menjadi tersangka kesembilan dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kini berada dalam tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus tindak pidana korupsi.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Panca Putra Simanjuntak, mengatakan penahanan terhadap kedelapan tersangka dilakukan setelah mereka kembali melalukan gelar perkara atas hasil pemeriksaan terhadap 9 tersangka dalam kasus itu.

“Dari hasil gelar perkara kita putuskan untuk menahan kedelapan tersangka sejak tadi malam. Mereka akan ditahan untuk 20 hari ke depan di ruang tahanan Mapolda Sumatera Utara,” kata Irjen Panca di depan Aula Tribrata Polda Sumut, Jumat (8/4).

Hadir mendampingi Irjen Panca, Sekretaris Kompolnas, Benny Mamoto, Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, dan Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM pada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) Gatot Ristanto dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Idianto.

Panca menyebutkan, kedelapan tersangka ini memiliki peran berbeda. Mulai dari petugas kerangkeng hingga anak dari TRP yang patut diduga terlibat dalam penghilangan nyawa penghuni kerangkeng manusia tersebut.

Dengan penahanan ini, kata Panca, polisi dituntut bekerja sesuai dengan tepat waktu. Meskipun begitu, ia menyadari masih ada hal-hal yang belum bisa ditemukan atau diselesaikan sesuai dengan informasi dari LPSK dan Komnas HAM. “Kita tadi sudah sampaikan, bahwa kita akan selesaikan perkara utamanya. Kami juga tetap menerima masukan dari masyarakat. Kalau masih ada informasi yang belum, silakan disampaikan,” tuturnya.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga