Friday, 19 April 2024

Search

Friday, 19 April 2024

Search

Polda Metro Selidiki Bandar Narkoba Selain Alex Bonpis dalam Kasus Teddy Minahasa

Alex Bonpis, bandar narkoba yang paling ditakuti di Kampung Bahari, Jakarta Utara (Foto Dok. Istimewa).

JAKARTA – Polda Metro Jaya kini menyelidiki  keterlibatan bandar  narkoba lain yang diduga bekerja sama dengan Irjen Pol Teddy Minahasa dalam bisnis gelap peredaran narkoba.

Pendalaman dilakukan setelah penyidik menangkap bandar kelas kakap Alex Bonpis, yang diduga kuat menerima narkoba dari Teddy untuk diedarkan.

“Untuk bandar lain yang ada kaitannya dengan kasus Irjen TM, sampai saat ini terakhir masih di Alex. Tapi nanti tidak menutup kemungkinan dari Keterangan Alex,” ujar Kasubdit 2 Ditrektorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Andi Oddang, Rabu (18/1).

Andi belum menjelaskan informasi yang didapat penyidik dari pemeriksaan Alex Bonpis. Dia hanya mengatakan bahwa saat ini penyidik masih akan melakukan pengembangan.

“Iya betul. Nanti kami telusuri. Sementara ini yang dari hasil keterangan,” kata Andi.

Diberitakan sebelumnya, Alex Bonpis, buronan kasus narkoba yang paling dicari penyidik Polda Metro Jaya, akhirnya dapat dibekuk pada Selasa (17/1) dini hari. Dia ditangkap di rest area jalan tol wilayah Subang, Jawa Barat, saat dalam perjalanan menuju Mojokerto, Jawa Tengah, bersama lima anggota keluarganya.

Nama Alex telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak April 2022. Dia diburu polisi karena diduga sebagai bandar sekaligus pengedar narkoba di wilayah Kampung Bahari.

Selain itu, Alex juga diduga menjadi salah satu pihak yang mendapatkan atau membeli narkoba dari Teddy Minahasa untuk diedarkan.

“Dalam kasus kami ini, dia (Alex Bonpis) salah satu penerima barang dari yang penjualnya dari Pak Teddy Minahasa. Salah satu penjualan barang buktinya adalah ke Alex ini,” ungkap Andi.

Dalam menjalankan bisnisnya, Alex Bonpis dan Teddy diduga membicarakan masalah transaksi narkoba secara lisan. Pembayaran pun dilakukan secara tunai tanpa bukti transaksi.

“Untuk bukti transaksi percakapan, dia secara lisan dan pembayaran cash. Nah, ini kita belum bisa dilakukan pendalaman, hanya diterbitkan DPO,” kata Andi. Penangkapan Alex pun diharapkan bisa menjadi informasi tambahan sekaligus memperkuat bukti keterlibatan Teddy Minahasa dalam kasus peredaran narkoba.

Sangat Ditakuti

Warga Kampung Bahari sangat takut kepada Alex Bonpis, yang selama ini dikenal preman di wilayah itu.\

“Memang dia (Alex) dari dulu udah terkenal, tapi terkenalnya enggak begini. Dia preman aja,” ujar Andi.

“Satu keluarganya dia ditakutin orang. Keluarganya kan preman semua,” katanya. Sebelum menjadi bandar narkoba, Alex berprofesi sebagai pelaut.  Meski demikian, biasanya Alex berkeliling di sekitar Kampung Bahari untuk memalak warga.   Namanya lantas makin terkenal saat menjadi bandar kelas kakap di kampung narkoba itu. ***

Osmar Siahaan

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media