Polda Metro Larang Takbir Keliling, Warga yang Nekat akan Ditindak

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melarang kegiatan takbir keliling pada malam jelang Lebaran 2021. Polisi meminta masyarakat untuk menjalani malam takbir di masjid atau di rumah masing-masing agar tidak menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

“Untuk warga, takbiran di rumah atau di masjid saja. Tidak takbir keliling di jalan,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Rabu (21/4).

Sambodo menegaskan, polisi akan menyiapkan sanksi untuk diberikan kepada masyarakat yang masih nekat menggelar kegiatan malam takbir keliling di tengah larangan. Polisi akan melihat situasi di jalan sebelum nantinya memberikan sanksi kepada masyarakat yang menggelar malam takbir.

“Kita lihat nanti, apa cukup diputar balik atau sanksi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Umum Jalan,” kata Sambodo.

Seagai informasi, saat ini Polda Metro Jaya sedang menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2021 yang diberlakukan sejak 12-25 April. Operasi tersebut bertujuan mengantisipasi kegiatan saur on the road (SOTR) dan balap liar di Jakarta guna memberikan keamanan saat menjalani ibadah Ramadhan.

Setidaknya ada 3.320 personel gabungan baik polri, TNI dan Pemerintah Daerah (Pemda) yang dikerahkan dalam operasi tersebut.

Picu Kerumunan

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebelumnya menyebut bahwa takbir keliling pada malam Idul Fitri tidak diperkenankan di tahun ini. Hal ini mengingat penularan Covid-19 masih terjadi di masyarakat.

“Kami juga memberikan pembatasan terhadap kegiatan takbir ini, takbir keliling tidak kita perkenankan,” kata Yaqut usai rapat kabinet terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/4) lalu.

Menurut Yaqut, pelarangan takbir keliling bukan tanpa alasan. Kegiatan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga berpeluang menularkan virus korona.

Masyarakat diimbau supaya  menggelar takbir di masjid atau mushala. Namun, takbir yang digelar di masjid atau mushala pun harus tetap disesuaikan dengan protokol kesehatan..***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp