Polda Kepri Sita 462 Butir Ekstasi dan 1 Gram Sabu dari 2 Pria yang Ditangkap di Batam

Ratusan butir pil ekstasi diamankan Polda Kepri dari dua pria yang ditangkap di Batam.

BATAM  – Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Kepulauan Riau (Kepri) menyita 462 butir pil ekstasi dan narkoba jenis sabu dari 2 pria yang ditangkap di Batam, Selasa (16/3) lalu. Kedua tersangka berinisial GJE (40) dan S (47).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, Senin (22/3) menjelaskan kronologi penangkapan terhadap GJE dan S.

Kejadian berawal pada Selasa (16/3) sekitar pukul 14.30 WIB, Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Kepri mengamankan GJE dari  kamar 414  Hotel Batam Star yang berada di kawasan Nagoya Kota Batam. Setelah diperiksa, petugas menemukan 17 butir narkotika jenis pil diduga ekstasi. Barang haram itu dibungkus pakai tissue.

″Selanjutnya tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu orang pelaku lagi berinisial S yang berada di parkiran Hotel Namii, dari inisial S ditemukan barang bukti sebanyak 40 butir ekstasi,” kata Harry.

Atas dasar temuan itu, polisi melakukan pengembangan dengan melakukan pemeriksaan rumah GJE yang berlokasi  di Perumahan Villa Windsor Kota Batam. Ternyata di rumah tersangka, polisi kembali menemukan  405 butir pil ekstasi dan 1 gram narkotika jenis sabu.

“Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Kepri,” jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 462 butir pil ekstasi dan 1 gram narkotika jenis sabu, dengan pelaku pertama inisial GJE alias DF alamat Perumahan Villa Windsor, Kelurahan Sei Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

Sedangkan pelaku kedua inisial S alias H alamat Sei Panas, Kampung Belimbing Kota Batam. Untuk inisial GJE merupakan residivis di kasus narkotika pada tahun 2011.

Jajaran Polda Kepri masih teus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Atas perbuatannya pelaku dapat diancam dengan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) dan atau Pasal 113 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun,”  tandasnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp