PM Belanda Jadi Sasaran Penculikan Mafia Maroko

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

AMSTERDAM– Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dilaporkan telah mendapatkan keamanan ekstra setelah dikhawatirkan menjadi sasaran penculikan Mafia Maroko. Kekhawatian itu muncul setelah beberapa ‘pengintai’ terlihat berada di sekitar Rutte.

Mengutip beberapa sumber, surat kabar De Telegraaf pada Selasa (28/9) melaporkan bahwa beberapa ‘pengintai’ mencurigakan yang diyakini berafiliasi dengan Mafia Maroko, juga dikenal sebagai Mafia Mocro, terlihat di dekat Rutte dan bahwa ia kemudian telah menerima tambahan keamanan dalam siaga tinggi.

De Telegraaf juga melaporkan bahwa pengintai seperti itu biasanya dikerahkan oleh mafia sebelum serangan terjadi, yang dapat mencakup penculikan atau bahkan pembunuhan. Para pengintai dikerahkan sebelum pembunuhan pengacara Derk Wiersum 2019, yang ditembak mati saat bekerja untuk klien yang menjadi saksi Mafia Maroko, dan pembunuhan reporter kriminal Peter R. de Vries pada Juli 2021, menurut surat kabar itu.

Keamanan ekstra Rutte dilaporkan termasuk petugas khusus dari Royal and Diplomatic Security Service (DKDB) dan “langkah-langkah yang terlihat dan tidak terlihat” digunakan untuk melindungi perdana menteri dari potensi rencana jahat mafia.

Belanda adalah salah satu dari banyak wilayah Mafia Maroko dan telah mencatat banyak insiden kekerasan terkait dengan organisasi yang longgar, demikian diwartakan RT.

Pada September 2019, pemimpin Partai Kebebasan Geert Wilders – anggota Dewan Perwakilan Rakyat Belanda – secara kontroversial mempertanyakan apakah pemerintah “masih berkuasa” atau apakah Mafia Mocro telah “menjadi bos di Belanda”, dan memperingatkan bahwa organisasi “semakin kuat dan lebih kejam setiap hari.”***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp