Monday, 26 February 2024

Search

Monday, 26 February 2024

Search

PIS Pede Bisnis Pelayaran Internasional Tetap Bagus

JAKARTA – Manajemen PT Pertamina International Shipping (PIS) meyakini, bisnis pelayaran internasional masih cerah untuk 2-3 tahun ke depan. Hal ini mengingat kapal yang tersedia saat ini terbatas.

Direktur Perencanaan Bisnis PIS Wisnu Medan Santoso menjelaskan, bisnis PIS saat ini terbagi dua kelompok yakni domestik dan internasional. Bisnis domestik relatif stabil karena permintaan BBM di Tanah Air stabil.

“Memang kami alhamdulillah, kita punya dua karakteristik bisnis. Bisnis domestik kami yang dari Pertamina Group yang sekitar 85% itu kan sangat stable. Itu relatively sangat stable karena demand BBM di Indonesia sangat stabil,” kata Wisnu dalam diskusi Membangun Ketahanan Logistik Nasional terhadap Turbulensi Eksternal, Selasa (28/11).

Dia menjelaskan, pasar internasional sedang meningkat (bullish). Oleh karena itu, pihaknya akan memaksimalkan bisnis internasional ini.

Ia meyakini, pasar internasional masih akan bullish dalam 2-3 tahun mendatang. “Kami juga cukup yakin setidaknya akan bullish hingga 2-3 tahun depan, insyaallah,” katanya.

Diutarakan Wisnu, bisnis pelayaran internasional masih akan cerah karena selama pandemi Covid-19 investasi di sektor pelayaran rendah (under investment). Saat permintaan kembali pulih, terjadi kekurangan kapal di mana-mana.

“Sektor shipping selama Covid under investment, jadi sekarang ketika demand-nya sudah kembali terkoreksi tiba-tiba kekurangan kapal di mana-mana. Jadi perusahaan yang masih punya had room untuk invest itu yang bisa memanfaatkan ini,” terangnya.

Dia menambahkan, ketegangan Rusia dan Ukraina belum selesai dan memberikan dampak fundamental terhadap dunia logistik. Dengan adanya sanksi terhadap Rusia dan pembatasan harga minyak Rusia, maka ada kecenderungan Rusia mendapatkan kapal tanker sendiri.

“Sehingga mereka bisa memberikan layanan secara FOB kepada customer-customernya. Nah ini meningkatkan demand terhadap tanker secara signifikan di market,” katanya.

Pola distribusi energi juga berubah. Dia mengatakan, pada kenyataannya dunia tidak lepas dari energi yang diproduksi Rusia. Oleh karena berbagai upaya dilakukan. India misalnya, negara tersebut mengimpor minyak dari Rusia, kemudian mengekspor dalam bentuk produk ke negara-negara Eropa. “Ini yang membikin pola distribusi berubah secara signifikan di dunia dan meningkatkan kebutuhan kapal-kapal tanker ke depannya,” katanya.

Selain itu ada ketegangan di Timur Tengah. Dampak dari ketegangan tersebut salah satunya ialah penyitaan kapal yang terjadi di Yaman. Tantangan lain, sebutnya, adalah periode musim dingin yang akan datang. Kemudian, bunga untuk investasi yang demikian tinggi.

“Belum lagi ketika kita harus investasi karena tadi kebutuhan demand kapal sangat besar, ndilalah bunga sedang tinggi-tingginya. Sungguh ini masa-masa yang sulit, penuh tantangan, banyak kesempatan tapi cukup sulit ke depannya,” jelasnya.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media