Pil Anti Virus Korona Diprediksi Siap pada Akhir 2021

JAKARTA– Kabar perkembangan terbaru seputar obat atau pil anti virus korona baru saja dirilis oleh salah satu produsen vaksin Covid-19, Pfizer.

Mengutip Fox News, Rabu (28/4) pada Selasa 27 April kemarin, CEO dan Chairman Pfizer, Albert Bourla mengatakan, ia berharap terapi antivirus oral berupa pil buatan Pfizer yang saat ini dalam uji coba tahap awal, bisa siap pada akhir tahun 2021 ini.

“Jika semuanya berjalan lancar dan kami menerapkan kecepatan bekerja yang sama seperti yang sudah kami lakukan sejauh ini, dan jika para regulator juga melakukan hal yang sama, saya harap ini sudah bisa siap akhir tahun 2021,” kata Albert Bourla.

Saat diminta konfirmasi tentang timeline obat tersebut, pihak Pfizer menyebutkan mereka tidak mengeluarkan jawaban tanpa ada data di tangan.

“Ini adalah program tahap 1 dan kami perlu memiliki data sebelum kami dapat berspekulasi tentang hasil atau timelinenya,” bunyi keterangan juru bicara Pfizer, Jerica Pitts yang dikirim melalui surat elektronik.

Sementara itu, ketika ditanya apa saja khasiat dari obat pil anti virus corona yang tengah digodok oleh Pfizer tersebut.

Albert Bourla menyebutkan, salah satu khasiatnya adalah bisa dijadikan terapi pengobatan di rumah, alias tak perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Salah satu khasiatnya adalah Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, seperti yang sejauh ini terjadi pada semua pengobatan suntikan. Tetapi bisa dibawa pulang, ini bisa jadi game changer,” ujar Albert Bourla.

Sebelumnya, Dr. Mikael Dolsten, PhD., kepala staf ilmiah dan presiden penelitian, pengembangan, dan medis Pfizer di seluruh dunia menjelaskan, kalau terapi ini bisa diresepkan pada pasien ketika pada tanda pertama infeksi tanpa memerlukan perawatan di rumah sakit.

Dikatakan lebih lanjut oleh Pfizer, sejauh ini studi laboratorium menunjukkan bahwa obat tersebut berpotensi melawan SARS-CoV-2, dan terhadap virus corona lainnya. Perusahaan juga mempelajari PI (protease inhibitor) ini yang diberikan secara IV dalam percobaan Fase 1b untuk dijadikan pilihan bagi pasien yang dirawat di rumah sakit.

Albert Bourla sendiri menyakini, pil antivirus buatan Pfizer ini mampu untuk melawan strain atau varian baru virus corona lainnya karena tidak menargetkan protein lonjakan permukaan pada virus.

“Aksi mekanismenya sedemikian rupa sehingga tidak diharapkan untuk mengalami mutasi. Terutama karena tidak bekerja pada lonjakan, seperti yang kita semua tahu, semua mutasi yang kita dengar sekarang ini, melihat pada protein lonjakan, yang satu ini tidak bekerja seperti itu di sana sehingga memungkinkan kami untuk percaya bahwa itu akan jauh lebih efektif terhadap beberapa varian virus,” pungkasnya.

Terkait perkembangan produksinya, dikatakan pembaruan tambahan pada studi yang sedang berkembang kemungkinan bisa muncul di musim panas mendatang. ***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp