Petani Cirebon Sulap Lahan Kritis Jadi Tempat Budi Daya Lebah Madu

Cirebon- Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tengah berupaya mengembangkan budi daya lebah madu trigona dan apis cerana. Pembudidayaan lebah itu memanfaatkan lahan kritis yang ada di Desa Kertawangun, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon.

Rohaeman (53), selaku Ketua KTH Eka Jaya mengatakan pembudidayaan lebah madu trigona dan apis cerana itu menemui kendala dalam hal menyiapkan pakan alami. Sebab, lanjut Rohaeman, pakan alami kedua lebah itu harus mengandung nektar serta bipolen. Rohaeman dan anggotanya sepakat mengembangkan lahan kritis, yang ia beri nama kawasan Agroforestri Pasir Salawe.

“Kita tanam bunga air mata pengantin di kawasan ini sebagai pakan alami koloni lebah. Sebetulnya ini lahan kritis,” kata Rohaeman di Agroforestri Pasir Salawe, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Senin (1/3).

Rohaeman mengatakan pembudidayaan koloni lebah sudah dilakukan sejak 2014 silam. Rohaeman mengatakan saat ini dua jenis lebih yang dibudidayakan sudah mencapai 70 koloni. Ia berharap pembudidayaan lebah ini terus berkembang sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani yang tergabung dalam KTH Eka Jaya.

“Pemasaran masih belum luas. Masih mengandalkan teman, atau door to door. Di sini lebih murah. Contoh madu lebah trigona hanya Rp 100 ribu. Kalau yang di pasaran sebotol 600 mililiter sampai Rp 400 ribu,” kata Rohaeman.

Selain madu, Rohaeman mengatakan pembudidayaan lebah ini menghasilkan produk lainnya seperti bipolen, royal jelly, propolis, dan lilin. Lebih lanjut, Rohaeman mengatakan untuk satu koloni lebah bisa menghasilkan tiga sampai empat kilogram madu.

“Panen dalam satu bulan. Kalau untuk skala bisnis kita belum bisa. Untuk omzet sendiri saat ini sekitar Rp 4 jutaan per bulan,” ucap Rohaeman. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp