International Media

Sabtu, 21 Mei 2022

Sabtu, 21 Mei 2022

Persaingan City dengan Liverpool Kian Ketat

Laga sengit Manchester City melawan Liverpool berakhir imbang.

MANCHESTER   – Persaingan Manchester City dengan Liverpool guna meraih trofi Liga Inggris diprediksi berlangsung hingga akhir musim nanti. Tim yang paling konsisten pada tujuh laga sisa dipastikan bakal menjadi juara.

            Kedua tim sudah saling berhadapan pada laga krusial pekan ke-31, yang berakhir 2-2, di Etihad Stadium, Minggu (10/4) malam WIB. Tuan rumah dua kali memimpin lewat

Kevin De Bruyne (menit ke-5) dan Gabriel Jesus (36′), sang tamu membalas melalui Diogo Jota (13′) dan Sadio Mane (46′).

Ketatnya persaingan dua tim di klasemen tercermin betul di laga ini. Duel berlangsung seru dengan jual beli serangan terjadi. The Citizens mencatatkan 11 tembakan dengan lima mengarah ke gawang. Sementara,  The Reds bikin enam percobaan dengan empat on target.

Manajer City, Pep Guardiola mengaku menikmati  laga  itu karena sangat fantastis. Menurutnya laga ini, bisa menjadi ajang promosi yang baik tentang betapa serunya Liga Inggris. “Laga yang sangat fantastis. Saya pikir itu adalah promosi yang bagus untuk Liga Inggris. Ini adalah pertandingan yang fantastis dengan kedua tim berusaha untuk menang,” ujar Guardiola dikutip dari BBC.

Pria asal Spanyol tersebut juga memuji kualitas Liverpool yang mampu menyulitkan timnya. Guardiola puas dengan penampilan anak asuhannya meski mereka gagal menjauh dari kejaran Liverpool. Man City kini harus fokus di tujuh laga sisa demi mengamankan gelar Liga Inggris.

“Liverpool menyenangkan untuk ditonton, saya tahu ancaman yang bisa mereka buat dan betapa bagusnya mereka. Saya pikir kami tampil sangat baik. dan saya sangat bangga dengan tim saya. Sekarang kedua tim tahu (ada) tujuh pertandingan tersisa, Anda harus menang atau semuanya akan berakhir,” ujarnya.

Kevin de Bruyne sedikit menyesalkan sejumlah hal. Pertama sejumlah peluang yang terbuang khususnya di babak pertama, lalu kecolongan gol cepat di babak kedua.

“Ini pertandingan yang berat. Sejujurnya, saya rasa kami bermain cemerlang. Cara bermain kami sangatlah bagus dan kami seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak.  Tapi ya itu sudah terjadi. Ini pertandingan yang bagus. Menurut saya seharusnya kami unggul lebih banyak sebelum turun minum. Babak kedua dimulai dengan mengecewakan,  tapi kami pada akhirnya masih memimpin (klasemen) juga,” ujar De Bruyne dilansir BBC.

Sementara itu, kendati harus puas dengan satu poin, manajer Liverpool Juergen Klopp menikmati jalannya laga yang menghadirkan hiburan paket lengkap.  Ia mengibaratkannya partai tinju yang seru.

“Saya rasa kita bisa menggambarkannya seperti tinju, kedua lengan sempat turun sedetik dan langsung kena hantam. Saya suka banyak hal dari laga ini. Saya rasa  laga sangat ketat. Start babak kedua jauh lebih baik. City sangat mencoba hal-hal seperti bola ke belakang pertahanan. Masuk akal kalau Anda punya pemain-pemain yang bisa menusuk dengan cerdik,” kata Klopp dilansir BBC.

Ia menambahkan laga itu sangat bagus untuk disaksikan. “Pada momen ketika kami mencoba ambil napas sedikit, serangan lainnya datang. Ini pertandingan dan hasil yang bagus, kami harus menerimanya dan bisa menerimanya. Kami bisa saja lebih baik lagi, tapi di banyak momen kami bekerja sangat baik. Intensitas pertandingannya gila. Ini sangat menyenangkan, saya suka!” kata pria Jerman ini.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson, mengakui bahwa jalan terjal bakal dihadapi timnya untuk bisa menjadi juara Liga Inggris. Ini karena ia menganggap Man City bakal sulit kehilangan poin di sisa musim ini.

Meski demikian, Henderson merasa segala hal masih mungkin terjadi. Ia tentu berharap Man City terpeleset sambil mewanti-wanti The Reds untuk menyapu bersih kemenangan di tujuh laga sisa Liga Inggris musim ini.

“Kita harus menunggu dan melihat. Mereka tidak kehilangan banyak poin, kami tahu itu. Kami harus berkonsentrasi pada diri kami sendiri dan memenangkan sebanyak mungkin pertandingan. Jika mereka tergelincir kita harus berada di sana tepat di belakang mereka. Kami akan terus berjalan sampai akhir,” ujar Henderson dikutip dari BBC.

Opta mencatat, kedua tim sama-sama punya catatan serba pertama. Liverpool misalnya, untuk pertama kalinya di musim ini tertinggal di babak pertama. Bahkan ini tepat setahun sejak terakhir kali mereka ketinggalan oleh lawan di Premier League saat turun minum. Pada 10 April 2021 silam, mereka tertinggal 0-1 untuk kemudian menang 2-1 atas Aston Villa.

Sementara buat Manchester City, ini merupakan pertama kalinya di musim ini mereka mencetak gol duluan dan tak menang. Sebelum laga tadi, mereka sudah selalu menang di 22 kesempatan saat membobol gawang lawan dulu.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga