International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

PERPIT Sambut Hangat Kunjungan Delegasi ACCCIS

Pimpinan PERPIT dan delegasi ACCCIS berfoto bersama.

JAKARTA—Delegasi ACCCIS (Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Sarawak) yang dipimpin President Ketua Dato Tan Jit Kee, Selasa (18/10) lalu mengunjungi PERPIT (Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa), di Jakarta.  

Dato Tan Jit Kee menyerahkan cenderamata kepada Abdul Alek Soelystio.

         Delegasi tersebut beranggotakan Vice President Guo Yingmao, President of Sarikei Chinese Chamber Of Commerce And Industry Lin Dianyang, The 2nd Vice President of Miri Chinese Chamber of Commerce and Industry Lu Yaoxi, Wali Kota Biro Politik Kota Miri Yu Xiaoshan dan tokoh lainnya.

         Turut mendampingi delegasi tersebut Konsul Jenderal RI di Kuching R. Sigit Witjaksono dan Ekonomi T. Satrio Nugroho.

         Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ketua Umum PERPI Abdul Alek Soelystio, Waketum Lin Ke Xu, Xie Tian Zeng, Muljawan Jahja, Chen Xin, Lian Jie Hao, anggota dewan pengawas Andaka Narjadin, Sekjen Zhou Wei Liang, Lin Song Shi, Guan Min Quan, Shang Jia Xuan, Weng Hua Ling, Yang Qing Shun, Liu Xin Hua, Huang Yu Xiang, Xu Qun Hao, James Taroreh dan tokoh lainnya. Kedua belah pihak berbincang dengan akrab.

Abdul Alek Soelystio dan Dato Tan Jit Kee menandatangani MoU, disaksikan Konjen R. Sigit Witjaksono (duduk kesatu dari kiri), Yu Xiaoshan (kesatu dari kanan) dan tokoh lainnya.

         Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum Abdul Alek Soelystio mengatakan, Indonesia dan Malaysia adalah tetangga dekat. Keduanya memiliki pengalaman dan perkembangan sejarah yang sama, juga memiliki banyak kesamaan dalam adat istiadat, budaya, agama dan kepercayaan agama dan hal lainnya.

Kedua negara adalah anggota penting ASEAN, dan selama bertahun-tahun dan sudah bekerja sama melakukan kegiatan promosi aktif bersama-sama dalam hal stabilitas politik kawasan regional serta dalam kerjasama ekonomi dan pembangunan.

         Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi terbesar keempat di dunia juga anggota terbesar ASEAN.

Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, yang kaya akan tenaga kerja muda, dengan basis populasi yang besar. Tidak hanya memberikan kekuatan konsumsi pasar domestik yang relatif luas.

Disamping itu juga menyediakan potensi tenaga professional yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan untuk perkembangan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Sejak menjabat Presiden, Joko Widodo telah aktif mendorong pembangunan infrastruktur berskala besar di Indonesia serta mendorong industri dan pengembangan manufaktur.

Dalam perencanaan pemerintah, “Koridor Ekonomi Tiga Utara”, sejumlah pelabuhan laut, bandara, proyek pembangkit listrik dan lainnya telah menunjukkan arah pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Ini meletakkan dasar yang kokoh bagi ekonomi Indonesia serta perkembangan yang stabil di masa mendatang.

Anggota delegasi ACCCIS, Kuching Chinese General Chamber of Commerce & Industry, Sarikei Chinese Chamber Of Commerce And Industry dan Miri Chinese Chamber of Commerce and Industry berfoto bersama.

Dalam pola dunia yang tidak pasti ini, kita harus berusaha untuk membangun negara kita. Baik demi diri kita sendiri maupun. Juga demi mencari sebuah masa depan jangka panjang, berkelanjutan dan stabil untuk negara kita.

“Saya pikir ini adalah keinginan kita semua yang ada di sini. Juga merupakan tanggung jawab yang tak terelakkan bagi kita setiap pengusaha. Ini juga merupakan salah satu target kerja saat ini dan masa mendatang antar “Perkumpulan Pengusaha Tionghoa” Indonesia dan Kuching,” ujar Abdul Alek Soelystio.

 Dia mengatakan, President Dato Tan Jit Kee, Walikota Yu Xiaoshan, Sigit Witjaksono dan lainnya memimpin delegasi untuk mengunjungi pihaknya.

“Kami merasa gembira memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan semua pihak. Kami dengan tulus menyambut semua orang untuk sering berkunjung ke Indonesia. Sekaligus berinteraksi dengan kami para pengusaha Indonesia,” ucapnya.

         Dato Tan Jit Kee mengatakan kedatangan pihaknya terutama untuk mengikuti Trade Expo Indonesia ke-37 di Jakarta.

Dia mengatakan, dalam acara ini pihaknya diundang oleh Konjen RI di Kuching R. Sigit Witjaksono. Sekaligus menyempatkan diri untuk mengunjungi PERPIT.

Indonesia dan Malaysia telah menjalin hubungan kerjasama yang baik di berbagai bidang selama bertahun-tahun. Untuk lebih mendorong perkembangan Sarawak di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, maka direncanakan Sarawak untuk menjadi sebuah negara bagian yang maju di Malaysia pada 2030 mendatang. Hingga pada saat itu, selain ekonomi yang berkembang pesat, yang terutama yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat menjadi RM15.000 per bulan.

Dia menekankan, Sarawak akan meluncurkan banyak paket ekonomi juga akan menginvestasikan banyak dana di bidang infrastruktur, terutama jalan tol dari timur ke barat serta rute lainnya. Selain itu, Sarawak juga sedang aktif membangun infrastruktur bidang telekomunikasi.

Sarawak memiliki pembangkit listrik tenaga air yang kuat, tagihan listrik lokal termurah di Asia Tenggara, dan saat ini memiliki 2 gigawatt listrik yang ditransmisikan ke Kalimantan. Selain itu, Perusahaan Listrik Sarawak saat ini bekerja sama dengan pemerintah daerah Kalimantan mengembangkan pembangkit listrik tenaga air.

Diyakini di masa mendatang, PERPIT dan ACCCIS memiliki banyak peluang kerja sama untuk menciptakan dunia bersama. Diharapkan seiring dengan penandatanganan MoU ini, kami dapat menyediakan sebuah platform bagi pengusaha kedua belah pihak. Juga dapat menjalin kerjasama bisnis yang lebih erat sehingga tercapai kerjasama saling menguntungkan.

  Dalam kesempatan tersebut, ACCCIS juga secara resmi mengundang PERPIT untuk menghadiri perayaan HUT ke-133 ACCCIS pada 7 Juli 2023 mendatang.  Sekaligus menghadiri The Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Malaysia (ACCCIM) Member Congress di Kuching pada 8 Juli 2023 mendatang.

Wakil Perdana Menteri Malaysia akan menghadiri perayaan HUT ke 133 ACCCIS. Dan bersama dengan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob akan menghadiri ACCCIM Member Congress.

Dan Abdul Alk Soelystio akan memimpin delegasi yang berpartisipasi dalam even akbar yang diselenggarakan di Kuching tersebut.

Usai sambutan, Ketua Umum PERPIT Abdul Alek Soelystio dan Dato Tan Jit Kee menandatangani MoU atas nama PERPIT dengan ACCCIS. jhk/din

Sukris Priatmo

Komentar