Peringati HUT ke-20 Guoji Ribao Indonesia, “Chinese Story” CCTV- 4 Tayangkan “Ted Sioeng : My China Love”

"Ted Sioeng : My China Love".

JAKARTA –Memperingati HUT ke-20 Guoji Ribao Indonesia, “Chinese Story” CCTV- 4, Sabtu (3/4) siang lalu menayangkan wawancara tokoh “Ted Sioeng : My China Love”. Film dokumenter berdurasi 27 menit tersebut dapat dinikmati Penonton dalam dan luar negeri yang mengikuti program CCTV menyaksikan tayangan berdurasi 27 menit tersebut secara langsung. Di “CCTV Yangshipin”, netizen satu persatu mengirimkan message. Seperti “sangat tersentuh” ​​(Huang Xianyao), “amat menyentuh” ​​(Andy), “karakter hebat”, “orang baik bahagia dan damai sepanjang hidupnya”) …

Ted Sioeng diwawancarai saat berada di dalam mobil.

          Film documenter wawancara khusus tokoh “Ted Sioeng : My China Love” dibuka dengan adegan di ​​sebuah pabrik di pinggiran kota Jakarta, ibu kota Negara Indonesia, setiap pagi para pekerja akan mendistribusikan Koran Guoji Ribao yang selesai dicetak ke berbagai jalan raya dan gang hingga ke para pelanggan.

Sebagai surat kabar berbahasa Mandarin terbesar di Indonesia, Guoji Ribao selama ini selalu menjadi sumber informasi penting bagi warga Tionghoa Indonesia selama kurun waktu 20 tahun.

          Wawancara wartawan CCTV terbagi dalam beberapa bagian. Antara lain, sejarah pendirian dan kondisi aktuil  Guoji Ribao AS dan Indonesia serta pengalaman pertumbuhan pribadi dan sejarah bisnis Ted Sioeng.

          Tak ketinggalan pula aksi filantropi Ted Sioeng.

          Dalam narasinya, “Ted Sioeng” menyisipkan sebagian besar gambar yang relevan. Sehingga membuat penonton terasa amat nyata, seolah berada di lokasi shooting. Saat berbicara mengenai hal yang emosional, Ted Sioeng tampak tercekat beberapa kali.

          Ted Sioeng yang tidak pernah menginjakkan kaki di negara lain, pada awalnya memasuki Tiongkok lewat Makau. Dia mengunjungi sang nenek yang berusia 95 tahun.

yah dan ibu angkat Ted Sioeng, Xiong Rudan dan Huang Fengjiao.

Begitu Ted Sioeng masuk, semua orang berkata, “Nenek Jin, lihat siapa yang datang menemuimu?” Ted Sioeng berlutut di depan sang nenek. Nenek yang tak dapat melihat tersebut itu menyentuh kepalanya. Ketika dia menyentuh hidungnya, dia berkata, “Benarkah cucuku yang baik sudah kembali?”

Ted Sioeng menjelaskan: “Saat dia mendengar neneknya berkata ‘cucuku yang baik sudah kembali’, maka saya tak dapat menahan tangis. Karena saya merasa bahwa saya adalah bagian dari anggota keluarga Xiong. Bukan seorang yatim piatu. Dan saya diakui keluarga Xiong sebagai seorang cucu yang  telah kembali”.

          Dalam sebuah penjelasan lainnya, Ted Sioeng mengisahkan ketika sang ibu wafat di Meizhou. Dia berkata: “Menjelang kepergiannya,  saya menyanyikan lagu rakyat Hakka di depan tempat tidurnya. Juga membacakan “Zeng Guang Xian Wen”. Ini semua yang beliau ajarkan kepada saya sewaktu saya kecil. Beliau sudah tidak sadarkan diri selama dua minggu, namun tiba-tiba air matanya menetes artinya dia mendengar saya bernyanyi dan membaca. Ini adalah menit terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada ayah dan ibu angkat saya. Lalu ibu pergi selamanya.”

Ted Sioeng sembahyang di makam kedua orangtua angkatnya.

          Program “Chinese Story” CCTV-4 mulai merancang film documenter ini jauh sebelum merebaknya epidemi.

Reporter CCTV mengikuti dan mewawancarai Ted Sioeng saat dirinya berada di Tiongkok. Ted Sioeng sendiri yang menjelaskannya sejarah pribadinya serta mengambil gambar saat Ted Sioeng mengunjungi Meizhou untuk melakukan sembahyang di makam orangtuanya.

Divisi redaksi Guoji Ribao Indonesia ditugaskan oleh CCTV untuk merekam video latar belakang terkait. Termasuk adegan di kantor surat kabar, pabrik percetakan, kios Koran serta pemandangan jalan raya di kota  Jakarta.

Kios Koran di Jalan Raya Jakarta.

         

Kode QR film televisi (dipindai dengan menggunakan  ponsel).

Para pembaca jangan sampai melewatkan siaran langsung acara ini, dengan menyaksikan program “Ted Sioeng : My China Love” di CCTV melalui kode QR (dipindai dengan menggunakan  ponsel). idn

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp