International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Peringati HUT ke-108 Kota Sukabumi, PSMTI Sukabumi dan FOPULIS Gelar Talk Show Kebangsaan

Semua tokoh yang hadir berfoto bersama seusai dialog kebangsaan.

SUKABUMI–Memperingati HUT ke 108 tahun berdirinya Kota Sukabumi, PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Sukabumi dan FOPULIS (Forum Pemuda Lintas Iman) Sukabumi menyelenggarakan Talk Show Kebangsaan bertajuk “Etnis Tionghoa Untuk Bangsa dan Negara” di kantor secretariat Komunitas Wu Hua. Pembicara yaitu Ustad KH Daden Sukendar, Iskandar dan Ir. Henry Slamet.

Suasana Dialog Kebangsaan “Etnis Tionghoa Untuk Bangsa dan Negara”.

         Panitia penyelenggara Ketua PSMTI Sukabumi Tanu Wijaya memimpin pengurus Lilyana, Hasan, Tusita, Ketua FOPULIS Joe Randy, Ketua Panitia Bili dan tokoh lainnya datang ke lokasi kegiatan. Hadir pula Walikota Sukabumi H. Achmad Fahmi, dan staf, Kepala Kesbangpol Kota Sukabumi Yudi Yustiawan, Kelompok Pemuda Vihara, Kelompok Pemuda Kristen, Kelompok Pemuda Katolik, GUSDURian, anggota DPRD Jabar dan tokoh lainnya.

Pengurus PSMTI Sukabumi menyerahkan piagam penghargaan kepada Wali Kota H. Achmad Fahmi.

Semua undangan mematuhi protocol kesehatan dengan ketat dan datang ke lokasi acara dengan mengenakan masker.

Talkshow berjalan dengan baik, dan para pembicara menjawab pertanyaan para peserta satu per satu.

Ketua PSMTI Sukabumi Tanu Wijaya memuji sikap terbuka dan tercerahkan dari pemuda lintas agama di Sukabumi.

Dia juga mengatakan bahwa Negara kita adalah negara multi etnis dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Jika tidak dipahami, mudah terjadi kesalahpahaman bahkan konflik. Semua suku harus menjunjung tinggi gagasan untuk mencapai tujuan yang sama melalui jalur yang berbeda. Dan bergandeng tangan bersama membangun negara. Jangan membuat kerenggangan untuk hal yang tidak perlu, karena akan menyebabkan tidak ada persatuan dan toleransi.

. KI-KA :  Su Shi, Hasan, Tanu Wijaya, Yudi Yustiawan, Satrio, KH Daden Sukendar, Iskandar, Bili, Ir Henry Slamet, Joe Randi.

Maka bagaimana mungkin dapat membangun masyarakat yang damai dan harmonis? Tanpa masyarakat yang damai, sulit bagi negara untuk maju.

“Acara ini bertujuan sebagai media komunikasi dan silaturahim. Kami PSMTI bersedia menjadi jembatan untuk menjaga silaturahmi dan komunikasi demi terciptanya keharmonisan demi kemajuan negara. Kami etnisTionghoa seperti etnis lainnya memiliki hak dan kewajiban yang sama. Untuk itu marilah kita mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan dengan begitu keras oleh nenek moyang kita dengan ketekunan dan toleransi,” tambahnya.

Wali Kota H. Achmad Fahmi, dalam pidatonya mengapresiasi dan mengakui kegiatan yang diselenggarakan bersama oleh PSMTI Sukabumi dan FOPULIS Sukabumi.

“Saya berharap semua etnis di Kota Sukabumi dapat bersatu dan berkontribusi untuk kemajuan masyarakat dan negara. Kemajuan negara adalah kesejahteraan rakyat. Maka di tingkat provinsi dapat lebih baik lagi,” pungkasnya. idn/din

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga