Peringati Hari Kartini, Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama Ajak Warga Ubah Sampah Makanan Jadi Pupuk Kompos

Karyawan Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama bersama Tunas Hijau

SURABAYA–Memperingati Hari Kartini, Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama gelar kegiatan sosial bertema lingkungan di Kampung Mitra Binaan Jl. Dinoyo Tenun Surabaya, Sabtu (17/4).

GM Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama Andreas Riyadi dan Areya, melihat proses mengubah sampah makanan menjadi pupuk kompos

Menurut General Manager Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama Andreas Riyadi, kegiatan bertema Kartini Peduli Lingkungan tersebut, merupakan rangkaian program Accor yakni Planet 21.

“Tujuannya adalah bersama-sama kita kembalikan kondisi lingkungan Bumi kita. Salah satu yang kami lakukan adalah memanfaatkan limbah makanan sisa di hotel kami untuk kebaikan lingkungan,” ujarnya. 

Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Tunas Hijau dan Areya Kesuandris Ali Yasha, siswa kelas 7 SMPN 16 Surabaya, yang mengelola limbah makanan sisa menjadi pupuk kompos. 

Secara simbolis Warga Dinoyo Tenun saat mengumpulkan sampah makanan untuk diubah menjadi pupuk kompos

“Areya merupakan juara keluarga Eco School 2020. Saat ini keluarga Areya memiliki Kampung Mitra Binaan di Jl Dinoyo Tenun Surabaya. Di situ, Areya dan keluarganya menyulap lahan kosong menjadi green house, untuk mengolah limbah makanan menjadi pupuk kompos menggunakan maggot, komposter aerob dan tanaka,” tambahnya. 

Lebih lanjut Andreas menjelaskan, pihaknya mendukung kegiatan ini dengan mengumpulkan sampah makanan.

“Selain sampah makanan dari hotel, kami juga meminta warga Dinoyo untuk mengumpulkan sampah makanan guna diubah menjadi pupuk kompos. Sebagai ganti, kami memberi makanan siap saji pada warga, yang bisa dinikmati saat berbuka puasa nanti. Karena kami ingin mengurangi sampah makanan dan mengubahnya menjadi hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Puluhan warga Dinoyo Tenun siap menukar sampah makanan untuk dibuat pupuk kompos, dengan makanan siap saji

Sementara itu, Areya menyatakan bahwa ia menggunakan maggot, karena memiliki banyak kegunaan. “Dengan maggot, proses penguraian sampah makanan menjadi pupuk kompos dua kali lebih cepat. Selain itu, maggot juga bisa digunakan sebagai umpan pancing ikan. Sekaligus menjadi pakan ternak ikan lele, yang juga dikembangkan warga Dinoyo Tenun sini,” ujarnya. anto tse 

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp