International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Perhimpunan INTI Adakan Ziarah Kebangsaan di TMP Dharmaloka Pasir Panjang, Kota Kupang

Teddy Sugianto dan jajaran berfoto bersama pengurus INTI NTT di TMP Dharmaloka, Kupang.

KUPANG—Pengurus Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) Pusat bersama Perhimpunan INTI NTT melakukan  ziarah kebangsaan di TMP (Taman Makam Pahlawan) Dharmaloka Pasir Panjang, Kota Kupang Provinsi NTT, Selasa (5/4).

          Turut serta dalam ziarah kebangsaan tersebut Ketua Umum Perhimpunan INTI Teddy Sugianto, Sekjen Candra Jap dan jajaran, Ketua INTI NTT Ir. Theo Widodo dan anggota.

Teddy Sugianto menabur bunga di makam pahlawan di TMP Dharmaloka, Kupang.

Mereka berziarah bukan hanya ke makam leluhur warga Tionghoa, namun juga ke Taman Makam Pahlawan yang ada di Kota Kupang.

          Sekjen INTI Pusat Candra Jap mengatakan dalam tradisi warga Tionghoa, ada salah satu tradisi yang disebut Ceng Beng, sebuah tradisi tahunan berziarah ke makam leluhur.

          “Kita sebagai generasi penerus harus ingat dengan leluhur karena itu salah satu ajaran dalam tradisi Tionghoa,” kata Candra Jap, dalam siaran pers tertulis, Rabu (6/4).

          Hanya saja, sambungnya, pada kegiatan kali ini, karena INTI NTT dan INTI Pusat melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dharmaloka. INTI menyebutnya sebagai ziarah kebangsaan.

          Ziarah kebangsaan ini dilakukan untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi Kemerdaan Indonesia.

          “Yang harus dihormati dan berziarah bukan hanya para leluhur, tetapi juga orang-orang yang telah berjasa kepada negara kita Indonesia. Makanya kami datang khusus dari Jakarta ke Kupang dan ke Taman Makam Pahlawan untuk berziarah menghormati para pejuang,” jelas Candra Jap.

Teddy Sugianto dan jajaran bersama pengurus INTI NTT melakukan doa di makam leluhur warga Tionghoa.

          Menurutnya, saat para Pahlawan memperjuangkan kemerdekaan, mereka tidak melihat suku maupun etnis, namun mereka berjuang atas nama bangsa Indonesia.

          “Saya ingin semangat ini yang harus diteruskan kepada generasi muda,” ucapnya.

          Lebih lanjut Candra Jap menambahkan, ziarah ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menuju hari ulang tahun INTI ke-23 pada 14 Februari yang akan digelar di Labuan Bajo dalam bentuk kegiatan wisata keliling.

          Namun sebelum menuju Labuan Bajo, pengurus INTI Pusat bersama pengurus dan anggota INTI NTT melakukan tour wisata ke sejumlah tempat pariwisata di daratan Pulau Timur.

          Tour wisata ini dijadikan momen bagi INTI untuk mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di daerah ntt baik di kancah Nasional maupun ke Internasional.

          Ketua Umum Perhimpunan INTI Teddy Sugianto bahwa INTI didirikan demi kebangsaan, sehingga sudah sepatutnya menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi membela bangsa Indonesia.

          Menurutnya selain demi kebangsaan keberadaan INTI  juga untuk membantu daerah-daerah untuk bisa maju dan berkembang dengan potensi-potensi yang dimiliki.

          “Dengan daerahnya yang bagus dan potensi yang ada bisa kita promosikan dengan harapan investor datang. Ini program INTI untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui pariwisata karena kita anggap NTT sebagai salah satu tempat terindah di Indonesia,” kata Teddy Sugianto.

          Sedangkan Ketua INTI NTT Theodorus Widodo mengatakan bahwa Ceng Beng kebangsaan tahun ini dimulai dari NTT.

          5 April merupakan puncak Ceng Beng, sehingga INTI NTT bersama pengurus INTI Pusat, berkesempatan melakukan ziarah ke kuburan para leluhur, terutama ke Tamam Makan Pahlawan.

          Dalam ziarah ke TMP Dharmaloka, INTI melakukan kegiatan tabur bunga dan peletakan karangan bunga. Melalui ziarah ini, INTI ingin menunjukan kepada sesama bahwa tradisi Ceng Beng tidak hanya mengingat para leluhur, namun juga harus mengingat para pahlawan.

          INTI akan menjadikan tradisi ini sebagai suatu agenda rutin tahunan yang harus dilaksanakan INTI kedepannya. ***

Sukris Priatmo

Komentar