International Media

Selasa, 4 Oktober 2022

Selasa, 4 Oktober 2022

Pergeseran Tanah di Kampung Curug Bojong Koneng Meluas

Pergeseran tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor meluas ke seluruh kampung.

BOGOR- Pergeseran tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor meluas ke seluruh kampung. Sehingga, total warga yang diungsikan mencapai sekitar 200 hingga 300 orang.

Sekretaris Desa Bojong Koneng, Suganda, mengatakan pada Rabu (14/9) malam, jumlah warga yang diungsikan baru sekitar 65 orang. “Untuk hari ini kayaknya hampir bisa satu kampung sih, bisa 200 sampai 300 orang,” kata Suganda, Kamis (15/9).

Saat ini, kata dia, pihak pemerintah desa bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) hendak membuat tenda untuk penampungan warga. Lantaran tempat penampungan yang ada yakni Villa Roso sudah tidak lagi mencukupi untuk menampung semua warga Kampung Curug.

Suganda memperkirakan luasan lahan yang mengalami pergeseran tanah mencapai 8 Hektare atau satu kampung berisi 2 RW 4 RT. Sehari sebelumnya, pergeseran tanah hanya diawali di jalan sepanjang 1 kilometer.

“Yang ketahuan kemarin kan yang baru kelihatan aja, permukiman belum disurvey. Sekarang udah mulai, pergerakan rumah-rumah itu udah mulai kelihatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kejadian pergeseran tanah ini baru pertama kali terjadi sejak 40 tahun belakangan. Di mana pergeseran tanah yang cukup parah terakhir terjadi pada 1982.

Saat ini, Suganda menyebutkan, warga terdampak membutuhkan konsumsi, air minum, dan air bersih termasuk juga selimut dan tempat tidur.

“Iya, kalau ada air minum atau apa gitu sejenisnya. Air bersih kemarin kendalanya kita bikin pipa itu udah hancur kan, dari atas otomatis terputus air,” ujar Suganda.

Ia menuturkan, kondisi hujan yang turun terus menerus membuat lokasi retakan mengkhawatirkan sehingga listrik di kampung tersebut harus dipadamkan. 

 “Jam 09.00 WIB saya survei saya ke situ baru retak2 aja jalannya, sekitar jam 11.00 WIB itu udah kelihatan banget perubahannya. Sampai lampu, listrik, nggak bisa dinyalain, bahaya, untuk mencegah kebakaran,” ujarnya.

Curah Hujan Tinggi

Pergeseran tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakam Madang, Kabupaten Bogor terjadi diduga akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Untuk saat ini lebih pada disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dari bukit sebelah atas, pengamatan kami sementara itu.

Memang di daerah Bojong Koneng dan khususnya Babakan Madang ini termasuk zona merah dan pergerakan tanah,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko, Kamis (15/9). Tak hanya  faslitas umum, jalan dan musola juga rusak.

“Jadi kalau kita amati sampai ke ujung, ini potensinya akan terisolir karena ini tidak ada jalan keluar dari sini. Kami imbau kepada warga juga bilamana cuaca hujan harus segera mencari tempat yang aman. (Kerusakan jalan) di radius satu kilometer dengan kedalaman 1 meter. Kenapa saya bilang satu kilo? karena tidak semuanya kena, hanya secara umum jalan ini tidak bisa dilalui, sangat rentan,” ungkapnya.

Untuk saat ini pergerakan tanah masih terasa meski intensitasnya menuruh dibandingkan kemarin. Beberapa warga juga masih mengungsi karena khawatir terjadi pergerakan tanah yang besar.

“Kita sediakan dua tenda BPBD, akan bertambah lagi tenda dan perlengkapan lainnya,” tambahnya.

Di samping itu, Aris menilai bahwa solusi terbaik untuk kampung tersebut yakni direlokasi. Karena apabila masih bertahan akan membahayakan warga.

“Kalau melihat zonanya, lebih tepat direlokasi. Kalau rehabilitasi dikhawatirkan masih akan terjadi pergerakan lagi. Untuk kebutuhan sekarang dari pengamatan, untuk kebutuhan warga mungkin tempat hunian sementara, artinya tempat mengungsi. Logistik Insya Allah sudah disiapkan,” tutupnya. gio

Prayan Purba

Komentar