Performa Manchester City Luar Biasa

Ilkay Guendogan saat menjebol gawang Everton. (Foto ist)

LIVERPOOL  – Manchester City menjaga peluang juaranya di empat kompetisi usai melaju ke semifinal Piala FA.  City menyingkirkan Everton,  dalam pertandingan perempatfinal di Goodison Park, Minggu (21/3) dinihari WIB, dengan skor 2-0.

            Dicatat BBC, City punya 15 attempts dengan enam on goal dan menguasai 74 persen ball possesion. Hanya menyisakan 26 persen untuk Everton, ini jadi rekor penguasaan bola terendah lawannya itu sejak Maret 2018.

Meski begitu, gelombang serangan City selalu dipatahkan barisan pertahanan Everton, sebelum kebuntuan pecah di menit ke-84 saat Ilkay Guendogan menjebol jala Everton. Kevin De Bruyne memantapkan kemenangan 2-0 City di menit ke-90.

Hasil itu menjaga peluang City untuk meraih quadruple. Selai di Piala FA, The Citizens juga masih berpeluang juara di Premier League, Piala Liga Inggris dan Liga Champions.

Manajer City, Pep Guardiola sampai kehabisan kata-kata untuk menggambarkan performa City. Ia secara khusus menyoroti performa timnya dalam empat bulan terakhir.

“Ini bukan cuma soal taktik dan kemampuan, ini mental, siap untuk setiap pertandingan. Apa yang sudah kami lakukan ini lebih dari sekadar hebat, ini luar biasa. Salah satu prestasi terbaik yang pernah kami lakukan bersama untuk waktu yang lama. Saya tidak punya kata-kata untuk mengekspresikannya, dan di periode ini, setelah satu pertandingan kami bahkan tidak bisa menikmatinya karena tiga hari kemudian ada pertandingan lagi,” ujar Guardiola seperti dilansir Sky Sports.

 Setelah kalah dari Tottenham Hotspur pada 21 November, Manchester City kemudian memainkan 33 pertandingan di semua kompetisi. Hasilnya, City mencatatkan 29 kemenangan, tiga kali imbang, dan satu kali kalah.

“Pada musim dingin, empat bulan, bertanding tiap tiga hari, itu adalah sebuah komitmen yang luar biasa. Tentu saja kami belum juara, dan kami akan fokus ke sisa kompetisi. Kita lihat saja nanti seberapa jauh kami melangkah di kompetisi-kompetisi itu,” kata Guardiola.

City lolos ke semifinal Piala FA untuk tiga musim beruntun. Kemenangan yang melegakan walau City menurunkan beberapa pemain cadangan. “Laga yang sangat sulit. Kami lihat Everton begitu komitmen, fokus sekali, mereka sangat agresif dalam bertahan. Ini musim ketiga beruntun kami ke semifinal,” ujar Guardiola.

Sementara itu, Ilkay Guendogan mengakui, The Citizens keteteran mengatasi lawannya itu. “Kami mencoba untuk bertahan dalam permainan dan untungnya itu berjalan dengan baik bagi kami. Saya pikir kami sedikit kesulitan untuk menemukan ruang di babak pertama. Kami tidak bersama-sama di posisi yang tepat. Everton melakukannya dengan sangat baik, mereka bertahan dengan baik dan mereka adalah tim yang hebat, jadi itu tidak mudah,” kata Guendogan seperti dikutip dari BBC.

 Ia menambahkan, timnya tidak selamanya bermain bagus di setiap pertandingan. Namun, mereka mampu memanfaatkan momen yang didapat dengan baik.

“Kami tidak selalu menampilkan sepakbola terbaik, tetapi ini tentang bertahan dalam permainan dan menemukan momen yang tepat, bersabar. Akan ada beberapa pertandingan seperti ini, saya pikir, tetapi kami harus siap untuk itu. Jika Anda ingin memenangkan piala dan berjuang untuk segalanya, Anda harus menemukan cara untuk menang,” ujarnya.

Di pihak lawan, manajer Carlo Ancelotti tetap puas dengan timnya. Everton sudah mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin. Hanya saja level kedua tim yang membedakan. Menurut dia, City adalah tim terbaik di dunia saat ini.

“Kami memainkan permainan yang ingin kami mainkan. Mereka punya pemain-pemain cadangan terbaik di dunia. Itu tadi adalah pengalaman yang bagus buat kami dan tidak ada penyesalan. Kami ingin untuk membuat mereka tidak nyaman. Saya puas karena kami dikalahkan oleh tim terbaik di dunia.,” kata Ancelotti usai pertandingan dikutip NBCSports. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp