International Media

Sabtu, 21 Mei 2022

Sabtu, 21 Mei 2022

Percepat Target Vaksinasi Booster, Bima Arya Sasar Pendidik dan Pelajar

Wali Kota Bogor, Bima Arya.

BOGOR- Percepat target vaksinasi booster hingga 50 persen sebelum Lebaran, Wali Kota Bogor, Bima Arya memfokuskan kepada para pendidik dan pelajar.

Bahkan, Bima Arya sudah memerintahkan langsung Kadisdik dan dan Kadinkes untuk bergerak memberdayakan para kepala sekolah (Kepsek) se-Kota Bogor mengarahkan guru dan murid untuk segera vaksin booster bagi yang belum.

Bima Arya menyebutkan, berdasarkan arahan presiden dosis vaksin booster yang ditargetkan ketika mulai mudik harus sudah mencapai 50 persen. Pemkot Bogor sudah hampir dua pekan ini melakukan akselerasi, namun diakuinya peningkatannya belum signifikan.

“Per hari ini capaian vaksin booster baru diangka sekitar 30 persen. Untuk itu saya ingin memastikan sektor pendidikan dan sekolah melakukan percepatan untuk vaksinasi booster,” ungkap Bima kepada wartawan di Balai Kota Bogor pada Rabu  (20/4).

Bima melanjutkan, di sisi lain, berdasarkan data dosis 1 dan 2 vaksin angkanya sudah cukup baik. Dari mulai TK hingga SMA/sederajat, vaksin dosis satu persentasenya sudah 85 persen dan dosis kedua 76 persen. Namun ia ingin memberikan catatan beberapa yang angkanya masih rendah agar bisa menjadi perhatian.

“Angka yang masih rendah, TK usia 6 tahun keatas baru 12,54 persen, RA baru 15 persen, PAUD masih 2 persen, MTS baru 64 persen, dan SLB 52 persen,” tuturnya.

Bima Arya juga memaparkan, sementara data capaian vaksin booster bagi pendidik yakni, RA dan PAUD masih rendah yakni RA 37,50 persen, PAUD 41 persen, guru SD baru 62 persen, guru MI 39 persen, guru SMP 77 persen, guru MTS 37 persen, guru SMA 67 persen, guru MA 42 persen, dan SLB 52 persen.

Kami harus berkoordinasi dengan Kemenag Kota Bogor untuk meningkatkan vaksin booster di MI, MTS dan MA yang mana angkanya masih sangat rendah,” jelasnya.

“Secara keseluruhan vaksin booster bagi guru baru 64 persen dan kami hanya punya waktu sembilan hari untuk menggenjot ini, sehingga paling tidak bisa mencapai diatas 90 persen untuk tenaga pendidik,” tambah Bima.

Bima menargetkan, pada 25 April 2022 mendatang vaksin booster untuk seluruh masyarakat Kota Bogor mencapai 50 persen. Dasar pemikirannya untuk mengantisipasi dampak arus balik mudik. Pasalnya, pasca lebaran banyak arus masuk ke Kota Bogor yang sangat mungkin membawa virus dari daerahnya masing-masing.

“Itu dasar pemikirannya, agar semua bisa dilindungi tidak hanya yang mudik saja. Namun saya memahami di lapangan ada dua isu yang menghambat pelaksanaan vaksin booster. Pertama, kekhawatiran vaksin booster menimbulkan efek sakit seperti demam. Karena itu saya meminta agar kepala sekolah bisa menyampaikan kepada tenaga pendidik, sejauh ini booster aman,” terangnya.

Bima menegaskan, tidak ada catatan kejadian pasca vaksin ada yang sakit serius, semua berjalan normal saja, banyak orang malah tidak ada gejala, walaupun ada gejala namun cepat pulih, ini Insya Allah aman. Kedua, ia meminta disampaikan Fatwa MUI Nomor 15 Tahun 2021 tentang vaksin booster ketika puasa tidak membatalkan puasa dan tidak akan menimbulkan gejala yang dikhawatirkan, sebaliknya kondisi menunjukkan hal yang baik.

“Saya memberikan dua opsi kepada tenaga pendidik, pertama datang ke sentra-sentra vaksin di kelurahan terdekat. Dan kedua jika ada permintaan khusus, Pemkot Bogor akan melakukan koordinasi dengan Dinkes untuk membuat sentra khusus dengan catatan harus ada peserta yang datang baik itu guru, tenaga pendidik dan juga siswa,” pungkasnya. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga