Percepat Bali Menuju Zona Hijau, INTI Bali dan IKBS Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 Massal Bagi Lansia dan Petugas Publik

Ketua Perhimpunan INTI Bali Sudiarta Indrajaya dan jajaran berfoto Bersama Kadis Kesehatan Prov Bali dan Sekda Kota Denpasar.

DENPASAR—Vaksinasi Massal Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) Bali bersama INTI Klub Bali Sehat (IKBS) memberikan dukungan terhadap vaksinasi Covid – 19 tahap II untuk lansia dan petugas layanan publik.

         

Dukungan tersebut diberikan guna mempercepat vaksinasi virus korona untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Ketua Umum Paguyuban Etnis Nusantara AA Bagus Ngurah Agung, S.H.,M.H saat divaksin, disaksikan Walikota Denpasar.

          “Upaya ini dilakukan demi mengakhiri pandemi Covid-19 mewujudkan Bali zona hijau agar ekonomi bangkit,” kata Ketua Perhimpunan INTI Bali Sudiarta Indrajaya di Denpasar, Selasa (30/3).

Sudiarta Indrajaya berfoto bersama Ketua Yayasan Kematian Kertha Semadhi Budi Hariyawan dan Ketua Nawa Cita Pariwisata Bali Agus Maha Usadha.
Sudiarta Indrajaya dan jajaran Bersama Pendiri INTI Bali Logen Widjaja.
Pimpinan INTI dan IKBS bersama Walikota Denpasar dan dokter Arya.

          Menurutnya, kecepatan vaksinasi merupakan kunci yang memegang peranan penting menuju Bali Era Baru, “yusa anyar”pasca pandemi.

          Untuk itu,  imbuh Sudiarta, pihaknya bersama mitra organisasi konsisten mendukung langkah – langkah dan upaya pemerintah dalam menyehatkan masyarakat.

Para Instruktur Senam AW S3 IKBS bersama Pencipta Lagu Surya Galang Ring Bali, A. A. Ngr. Gede Arya Tenaya (Turah Manik).

          Bahkan pada kesempatan tersebut,  pihaknya telah menganjurkan peserta vaksin menggunakan endek dalam merespon kebijakan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Wayan Koster Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali.

Semua peserta diberikan masker merah putih untuk membangun kesadaran bersama betapa pentingnya memiliki semangat cinta tanah air.

Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya memastikan pelaksanaan vaksinasi untuk lansia dan petugas layanan publik berjalan lancar.

“Petugas publik diberikan karena kesehariannya berhadapan langsung dengan masyarakat, termasuk kepada lansia, vaksinasi Covid -19 tahap kedua ini targetnya ada 38 juta orang dengan 76 juta suntikan sampai akhir Juni,” ujarnya.

Lansia menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan karena termasuk orang-orang yang berisiko tinggi kalau tertular virus SARS-CoV-2.

Lebih lanjut dr. Ketut Suarjaya mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan agar penyebaran Covid -19 semakin berkurang.

Peserta menerima sertipikat vaksinasi.

Dia berharap agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni Memakai Masker Standar dengan benar, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan.

Lain itu diimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ketua Bidang Kesehatan INTI Bali Andoyo Tanujaya didampingi Dokter Komang Arya menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut telah mengikuti prosedur yang ada.

Sebanyak 300 orang mengikuti sesuai dengan protokol kesehatan, vaksinasi berjalan atas dukungan semua pihak. Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut hadir dan meninjau kegiatan tersebut.

Gema INTI Bali turut berpartisipasi sebagai petugas registrasi.

          Dalam vaksinasi massal Covid-19 INTI dan IKBS Bali ini hadir pula Prof Sulistyawati (Ketua Dewan Pakar INTI Bali), Logen Widjaja (Pendiri dan Pembina INTI Bali), Budi Haryawan (Ketua Perkumpulan Kematian Kertha Semadhi), Dedy Suhadhi (Ketua PEXI Bali), Awaludin Ahai (Koordinator Komunitas Tionghoa Bagansiapi-api dan Pesisir di Bali), Salman (Ketua NCPI Bali) Agus Maha Usadha (Ketua Umum Forum Paguyuban Etnis Nusantara) AA Ngurah Bagus Agung (Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Bali) Yusdi Diaz, Romo Kayan dan Romo Made Suardana ( Pembina dan Pengawas IKBS Senam AW S3 Bali).

          Kegiatan Vaksinasi Covid-19 tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Perhimpunan INTI Teddy Sugianto dan pencipta senam AWS3 Andrie Wongso dan Jro Gede Subudi serta civitas Univ Mahasaraswati.***

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp