International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Perampokan Bank di Fatmawati Dilakukan Staf HRD Bergaji Rp60 Juta Per Bulan

Tangkapan layar petugas sekuriti mengejar laki-laki yang diduga perampok. (Foto dari Instagram).

JAKARTA – Pelaku percobaan perampokan Bank Jawa Barat (BJB),  di Jalan RS Fatmawati, Cilandak, berinisial BS (43),  ternyata bekerja sebagai staf HRD di sebuah bank swasta dengan gaji Rp60 juta per bulan.

BS mengaku nekat melakukan aksi perampokan karena terlilit utang. Ia pun tak mau terus menerus dikejar-kejar orang yang memberinya utangan.

“Pelaku ini terlilit utang, yang mana hari Jumat nanti sudah jatuh tempo dan dia harus bayar utangnya,” ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto, pada wartawan, Rabu (6/4).

Sejatinya, latar belakang pelaku cukup baik, yang mana dia memiliki jabatan sebagai HRD di sebuah bank swasta.

“Latar belakangnya pegawai di salah satu bank swasta, posisinya cukup bagus sebenarnya, staf HRD dan kalau dilihat dari penghasilan atau gajinya sudah cukup besar Rp60 juta perbulan,” katanya.

Pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP juncto pasal 53 KUHP tentang percobaan perampokan dan UU Darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Pelaku diciduk polisi di lokasi kejadian, yang mana pelaku saat itu tengah bergumul dengan Satpam karena melakukan perlawanan atas perbuatan pelaku.

Digagalkan Satpam

Aksi BS yang akan merampok BJB ternyata digagalkan petugas sekuriti atau satpam bank tersebut..

Petugas keamanan BJB, Muklis menerangkan, dugaan percobaan perampokan itu terjadi pada Selasa sekitar pukul 14.30 WIB. Pelaku beraksi seorang diri, yang mana dia datang menggunakan mobil Daihatsu Xenia langsung masuk ke dalam bank.

“Kejadiannya pukul 14.30 WIB saat kami sudah tutup kerena operasi jam 9 pagi sampai pukul 14.00 WIB. Saat itu (rolling door) sudah tertutup (setengah), dia langsung masuk langsung mengeluarkan senjata,” tuturnya.

Dia menambahkan, sekuriti yang saat itu sedang berjaga mencoba menghalau dan berhasil menangkap pelaku. Petugas bank lainnya juga datang dan meminta pertolongan warga sehingga warga pun ikut berdatangan. “Langsung ditegrep, baru dibantu sama OB dan teller lalu banyak warga yang datang,” katanya.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga