Peralihan Status Pegawai KPK Jadi ASN sudah Tahap Wawancara

Ilustrasi

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron mengungkapkan bahwa proses peralihan status pegawai lembaga antikorupsi itu menjadi aparatur sipil negara (ASN) sudah tahap wawancara. Menurut Ghufron,  ada dua tahap tes yang dilakukan yakni tes tertulis dan wawancara.

“Tes tulis dilaksanakan dua tahap dan itu sudah selesai, kita saat ini dalam proses wawancara yang dari tanggal 18 sampai tanggal 7 April,” ujar Ghufron dalam keterangan melalui video di YouTube KPK, Senin (19/4).

“Sehingga persentase tahapan itu seandainya ada dua tahap, tahap pertama sudah selesai tahap kedua separuh jalan,” katanya.

Ghufron menjelaskan, awal mula proses peralihan status pegawai KPK menjadi ASN dibutuhkan cukup waktu karena dalam peralihan itu harus menggunakan dasar hukum. Dan terbitlah peraturan teknis PP 41 2021 yang baru lahir diawal Januari 2021.

“Sehingga kemudian sejak peraturan teknis tersebut terbit baru kita kemudian melakukan langkah-langkah teknis, apa saja? Mulai mendata Kita bekerjasama dengan BKN melakukan mentrace apa saja yang perlu dilakukan,” katanya menambahkan.

Proses rekrutmen pegawai KPK sebelum di -ASN-kan  sudah melewati proses seleksi atau pengukuran kompetensi. Menjadi ASN memiliki dua ukuran untuk bisa masuk yaitu kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut dan kesetiaan terhadap ideologi Pancasila dan NKRI. Untuk pengukuran kompetensi dasar sebagai seorang calon pegawai KPK selalu melakukan tes kompetensi tersebut.

“Sehingga kemudian untuk tes kompetensi dianggap tidak perlu lagi dan data tentang kompetensi tersebut masih tersimpan rapih di manajemen kepegawaian KPK,” katanya.

“Sehingga proses alih status pegawai KPK dari 2 syarat itu syarat pertama sudah selesai tinggal menguji kesetiaan terhadap ideologi Pancasila dan NKRI,” katanya.

Terkait hal ini KPK berkoordinasi dengan BKN dan menyepakati bahwa pegawai KPK hanya mengikuti tes kompetensi indeks moderasi berkebangsaan. Untuk mengukur kesetiaan terhadap ideologi Pancasila dan NKRI “Itu sudah kami identifikasi kemudian datanya disampaikan ke BKN, di BKN kemudian dilaksanakan dalam dua tes, tes tulis dan wawancara,” tandasnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp