Penyanyi Tionghoa Indonesia Bernard Dinata Rilis Single Bahasa Inggris, Sebelumnya Ciptakan Lagu Untukmu Indonesia

Bernard Dinata, cucu dari pendiri Guoji Ribao AS dan Indonesia Ted Sioeng serta putra dari CEO Guoji Ribao AS Jessica Elnitiarta.

JAKARTA–Penyanyi Indonesia Bernard Dinata, Kamis (11/3) lalu merilis single bahasa Inggris berjudul “Blind” di Korea Selatan.

Single Blind ini merupakan karya terbaru Bernard Dinata setelah sebelumnya meluncurkan lagu “Untukmu Indonesia” Oktober 2020 lalu.

Bernard Dinata berkembang di Korea Selatan.

Diluncurkannya sebuah mahakarya orisinil segera menarik perhatian para penggemarnya.

          Bernard Dinata adalah penyanyi yang diikuti media massa utama Indonesia “Kompas” dan Kompas akan mengikuti serta memberitakan setiap ada karya baru yang dirilis.

Berdasarkan laporan surat kabar Kompas pada Oktober 2020 lalu, “Untukmu Indonesia” adalah lagu orisinal yang tidak biasa sekaligus sebuah lagu inspiratif penyemangat untuk memerangi epidemi.

Lagu ini mendapat respon besar di Indonesia dan dinyanyikan masyarakat di berbagai tempat. Bahkan stasiun televisi MTV diakses lebih dari 30 juta kali via online.

Mahasiswa dari 11 negara berkolaborasi untuk menyanyikan lagu inspiratif anti-epidemi yang didedikasikan untuk Indonesia.

          “Untukmu Indonesia” adalah lagu yang diproduksi Bernard Dinata bersama dengan Berklee College of Music in Boston, AS. Lagu ini berawal dari kecintaan Bernard Dinata pada Indonesia.

“Selama merebaknya wabah Covid-19 ini, ingin sekali rasanya hati ini dapat berbuat sesuatu, berbagi rasa, berdoa atau apapun yang dapat memberikan semangat juang dan menguatkan hati keluarga dan teman-teman di Indonesia. Dimana sebagian besar keluarga saya juga masih bermukim di sana,” ujar Bernard.

          Bernard Dinata adalah cucu dari pendiri Guoji Ribao AS dan Indonesia Ted Sioeng serta putra dari CEO Guoji Ribao AS Jessica Elnitiarta.  

          Bernard terinspirasi setelah menghubungi teman-temannya, maka mulailah dia menggubah lagu ini untuk menyatakan dukungannya kepada Indonesia. Yang membuat lagu ini unik adalah Bernard mengerahkan teman-temannya dari berbagai negara untuk ikut menyanyikan lagu ini bersama-sama.

          Ada mahasiswa dari 11 negara yang berkontribusi dalam lagu ini, di antaranya Abram (Indonesia), Emilia De Cola (Canada), Fraser Watt (Scotland), Mike Soto (Mexico), LIYA (Bulgaria), MANICA (Thailand), Adam Corneal (Trinidad & Tobago), Calvin Ives (Chicago, USA), Annamarie Rosanio (New York, USA), Lewloh (Singapore), dan Stephanie Pourgouri (Cyprus). 

          “Lagu Untukmu Indonesia” memakan waktu empat bulan dalam pembuatannya. Mulai dari penulisan lagu, recording hingga mastering. Bernard sangat berterima kasih kepada teman-temannya. Meskipun berbeda kebangsaan, namun mereka semua tertarik untuk menggubah lagu ini dan bekerja bersamanya untuk membawa kekuatan spiritual yang positif ke Indonesia.

          “Kami ingin menyampaikan kepada Indonesia untuk tetap teguh dan tegar dan jangan hilang harapan di dalam menghadapi cobaan ini, mari kita kalahkan pandemi ini bersama,” kata Bernard.

Berita mengenai lagu “Untukmu Indonesia” di harian Kompas.

Segera setelah dirilis, lagu tersebut ramai diperbincangkan oleh para netizen. Media utama di Indonesia juga amat mengapresiasinya dan popularitas lagu tersebut hingga kini tidak berkurang.

          Berbeda dari lagu inspiratif “Untukmu Indonesia”, single bahasa Inggris terbaru Bernard Dinata “Blind” menghadirkan sisi lain dari penyanyi ini. Sekaligus merupakan interpretasi yang indah dari makna kehidupan. Meski lagunya penuh dengan kesedihan, lagu ini menyedihkan tapi tidak sedih. Sedih tapi tidak sedih. wenxi/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp