Penikaman Massal di Perpustakaan Kanada, 1 Tewas dan 6 luka

VANCOUVER(IM)-Seorang wanita tewas dan enam lainnya terluka dalam penikaman di sebuah perpustakaan umum Lynn Valley, di pinggiran kota Vancouver, Kanada pada Sabtu (27/3). Polisi setempat berhasil menahan satu-satunya tersangka penikaman tersebut.
Seperti dilansir AFP dan Reuters, Minggu (28/3) serangan terjadi pada sore hari waktu setempat. Aksi penikaman itu sempat diunggah di media sosial dan menjadi sorotan.
“Ada enam korban yang mengalami luka tusuk. Salah satu korban, sayangnya meninggal akibat luka-luka yang dideritanya. Korban itu perempuan, ” kata Sersan Polisi Frank Jang dalam konferensi pers yang disiarkan oleh Canadian Broadcasting Corp.
“Kami yakin kami memiliki satu-satunya tersangka dalam tahanan. Jelas pertanyaannya adalah mengapa ini bisa terjadi,” kata Jang kepada wartawan yang berdiri di depan perpustakaan tempat serangan itu terjadi.
Tidak ada rincian lebih lanjut tentang korban yang diberikan dan belum diketahui motif penikaman tersebut.
Video dari tempat kejadian menunjukkan seorang pria melukai dirinya sendiri dengan pisau sebelum dibawa ke tahanan polisi.
Seorang saksi Sheila Dyson mengatakan bahwa dia melihat pelaku menikam seorang wanita. “Sepertinya tidak ada hubungan di antara mereka, dengan penyerang yang tampak menyerang secara acak, katanya.
Andrew Cocking, yang tinggal 500 meter (sekitar seperempat mil) dari perpustakaan, mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu terjadi di daerah yang umumnya sangat sepi.
“Saya melihat orang-orang diurus oleh paramedis, mereka diberi pertolongan pertama di samping kendaraan dan juga di samping restoran, dan ditarik dengan tandu,” katanya.
“Cukup menyedihkan, terutama karena salah satu dari mereka ternyata masih anak-anak,” katanya.
Meskipun tidak ada laporan mengenai kondisinya, Jang mengatakan bahwa tersangka memang memiliki catatan kriminal.
“Hati saya ada di Vancouver Utara malam ini. Ketahuilah bahwa semua warga Kanada selalu mengingat anda semua dan kami mengharap para korban yang terluka agar segera pulih,” kata Perdana Menteri Justin Trudeau di Twitter
Sebelumnya, aksi penembakan terjadi di Pantai Virginia, Virginia, Amerika Serikat pada Jumat (26/3) malam waktu setempat. Sedikitnya sembilan orang ditembak dan dua tewas dalam dua aksi penembakan terpisah di Pantai Virginia, Virginia. Pihak berwenang menerima laporan terkait sejumlah tembakan sesaat sebelum pukul 11 malam waktu setempat pada Jumat.
“Setidaknya delapan korban ada di TKP,” menurut Kepala Polisi Virginia Beach Paul Neudigate seperti dikutip dari ABC News, Sabtu (27/3).
Di lokasi kedua, TKP terpisah tersangka terlibat baku tembak dengan petugas yang berujung pada tewasnya tersangka.
Di TKP lain, polisi mengatakan ada juga korban tembakan yang meninggal, yang diyakini tidak terkait dengan penembakan awal atau penembakan yang melibatkan polisi.
Selain itu, seorang petugas tertabrak kendaraan dan pergi ke rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam jiwa, kata polisi. Tidak jelas apakah petugas itu yang terlibat dalam penembakan di TKP kedua.
Menurut pihak berwenang beberapa orang ditahan tetapi tidak jelas keterlibatan mereka dalam aksi penembakan tersebut.
Polisi Pantai Virginia awalnya mengkonfirmasi telah terjadi penembakan di tepi pantai dengan “beberapa korban”.
“VBPD sedang menyelidiki penembakan yang melibatkan beberapa korban dengan kemungkinan luka-luka yang mengancam jiwa. Kehadiran polisi dalam jumlah besar di tepi pantai antara St. 17 dan 22. Harap hindari daerah itu saat ini,” tweet departemen itu.
Rumah Sakit Umum Pantai Virginia Sentara mengonfirmasi kepada ABC News bahwa pihaknya sedang merawat enam pasien dengan luka tembak. Kondisi mereka belum diketahui.
Aksi penembakan ini terjadi setelah AS sebelumnya diguncang penembakan massal di Atlanta dan Colorado. Penembakan di Atlanta terjadi di tiga tempat pijat dan menewaskan 8 orang, enam diantaranya adalah wanita asal Asia.
Sedangkan di Bourder, Colorado, seorang pria memberondong tembakan di supermarket. Sedikitnya 10 orang, termasuk seorang anggota polisi, tewas dalam peristiwa tersebut.***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp