International Media

Kamis, 29 September 2022

Kamis, 29 September 2022

Pengurus Taiwan Business Club Bandung Kunjungi Kelas Bahasa Hokkien Yayasan Min Nan Bandung

Suasana kelas bahasa Hokkien Yayasan Minnan Bandung.

BANDUNG—Manusia berkomunikasi mengandalkan bahasa. Mempelajari satu bahasa lagi akan memberikan keuntungan pada kita.

Setidaknya Anda bisa mendapatkan lebih banyak teman.

Dan ini akan amat bermanfaat jika Anda berbisni. Oleh karena itu, sekolah yang mengajarkan berbagai bahasa asing, seperti Inggris, Jerman, Tionghoa, Arab dan lainnya bermunculan bak cendawan di musim hujan.

Di Yayasan Min Nan Bandung, sejak empat lima tahun yang lalu hingga kini, setiap Selasa pukul 16.00 WIB, warga Yayasan Min Nan guru Lin Wen Qing rajin mengajar bahasa Hokkien.

Gan Yu Kun memperkenalkan Ketua Dewan Pengawas Ping Zhi Ren dan Ketua Dewan Pengawas Lin Ming Shan (tengah).

Ada warga Min Nan yang datang belajar, juga ada warga Hakka. Total ada 30 lebih pembelajar yang ikut serta belajar.

Ketua Dewan Pengurus Taiwan Business Club Bandung Chen Ming Shan, Ketua Dewan Pengawas Ping Zhi Ren pada Selasa (6/9) lalu, secara pribadi mengunjungi kantor sekretariat Yayasan Minnan Bandung sekaligus ikut belajar di ruang kelas. Sekaligus bersama-sama berinteraksi dengan bahasa Hokkien Taiwan dan bahasa Hokkien Indonesia mengenai hal terkait.

Para siswa mendengarkan materi dengan serius.

Dan barulah diketahui ternyata antara bahasa Hokkien setempat dengan bahasa Hokkien Taiwan ada banyak perbedaan. Jika dibandingkan keduanya sama-sama menarik. Suasana kelas penuh dengan suara tawa.

Selama jam pelajaran, para siswa mendengarkan dan mencatat dengan seksama apa yang disampaikan oleh guru Lin.

Walaupun penulis adalah keturunan Hokkien, dan sejak kecil selalu mendengarkan nenek dan ayah berbicara dalam bahasa Hokkien, namun saat berada di kelas tersebut, saya menyadari bahwa bahasa Hokkien tidak mudah dipelajari. Jadi saya mengagumi semangat belajar para siswa yang telah bekerja keras dan gigih selama bertahun-tahun.

Suasana kelas bahasa Hokkien Yayasan Minnan Bandung.

Ketua Dewan Pengurus Lin Ming Shan berpandangan guru Lin Wen Qing telah mencurahkan waktu dan tenaganya untuk mengajar bahasa Hokkien kepada warga Yayasan Min Nan secara gratis selama bertahun-tahun.

Mendedikasikan waktu dan energi untuk mengajar bahasa Hokkien kepada warga Yayasan Min Nan secara gratis adalah hal yang sangat terhormat dan sulit.

Tidak sulit bagi seseorang untuk melakukan perbuatan baik, dan tidak terlalu sulit untuk melakukan perbuatan baik dalam waktu singkat.

Yang sulit adalah melakukan perbuatan baik dalam jangka panjang, dan Guru Lin telah melakukan itu. Sungguh amat mengagumkan. Juga berkat pendampingan dan dukungan Ibu Guru Lin. Pasaangan suami istri tersebut seia sekata. Sungguh membuat orang terharu.

Guru Lin mengatakan, Yayasan Min Nan Bandung ingin agar para saudara semua, juga warga Min Nan sekurangnya dapat memahami dan mengerti bahasa Hokkien. Selain itu, belajar Hokkien terutama agar kita semua memiliki daya rekat dan saling mengenal. Juga saling membantu dan mendukung satu sama lain.

Guru Lin mencintai bahasa dan budaya Hokkien. Dia juga merasa bahwa bahasa Hokkien adalah budaya Tionghoa kita.

Oleh sebab itu, dalam setiap pengajaran dirinya merasa amat senang menyaksikan para siswa mendengarkan pembelajaran dengan baik. Dirinya juga merasa senang dapat melakukan yang terbaik bagi pewarisan budaya Tionghoa.  idn/din

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga