International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Pengurus PSMTI Garut Produksi Eco Enzyme untuk Mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku  

Cairan Eco-enzyme disaring dengan kain kasa dan kemudian dimasukkan ke dalam botol.

GARUT–Beberapa waktu terakhir, penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan, khususnya sapi dan kambing merajalela di Garut. Kondisi ini merugikan pemilik sapi dan domba.

Penyakit mulut dan kuku menular dan hingga kini telah menyebar ke daerah Cikajang di luar kota Garut.

Lebih dari tiga bulan yang lalu PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Garut bersama dengan Kodim 0611 Garut dan Kelompok Eco Enzyme Garut bekerja sama membuat cairan eco enzyme serbaguna yang terbuat dari kulit buah, sayuran dan gula merah.

Saat ini sudah berhasil dibuat sebanyak 250 liter cairan eco enzyme. Kebetulan sedang mewabah penyakit mulut dan kuku. Maka segera digunakan dan efeknya luar biasa. Bermanfaat bagi masyarakat dan amat memuaskan.

Ketua Kelompok Eco Enzyme Garut sekaligus Ketua PSMTI Garut Agnes Kusmini mengatakan Enzim adalah cairan multifungsi yang meningkatkan kualitas hidup dan memiliki banyak kegunaan baik dalam bidang pertanian maupun peternakan.

Agnes Kusmini berfoto bersama pengurus PSMTI Garut, anggota TNI di depan cairan eco enzyme yang sudah dikemas dalam botol.

“Kami belum benar-benar dikenal oleh masyarakat. Dan juga  belum benar-benar dipromosikan. Kali ini penyakit mulut dan kuku terjadi di Garut. Kami mengetahuinya dan segera bertindak. Kami mengobati ternak dengan eco enzyme dan wabah mulut dan kuku mulai mereda. Kami mendorong peternak sapi dan domba untuk melanjutkan penggunaan eco enzyme. Benar-benar efektif dan ada 10 ekor sapi telah pulih. Kami mengimbau sambil mengobati juga mengisolasi  sapi dan domba yang sakit. Karena penyakit mulut dan kuku menular, kita harus memiliki petugas khusus untuk menangani hal ini untuk menghindari penyebaran infeksi,” jelas Agnes Kusmini.

Agnes Kusmini menjelaskan cara penggunaan eco enzyme untuk mengatasi penyakit mulut dan kuku. Selain itu dia juga menjelaskan tindakan pencegahan yang dilakukan agar hewan ternak tidak terinfeksi penyakit mulut dan kuku.

     Gu Lian Hua juga menyatakan PSMTI Garut selalu memperhatikan dinamika masyarakat serta bekerja sama dengan pihak lain untuk mencoba memberikan bantuan tepat waktu seusia kemampuan kepada mereka yang membutuhkan. Seperti saat ini, saat wabah penyakit mulut dan kuku tengah merebak maka kami telah memberikan bantuan positif. Menyaksikan sejumlah ternak kembali pulih kami semua merasa amat gembira. idn/din

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga