Pengunjung Pasar Tanah Abang Membludak, Seluruh Pintu Masuk Blok A Ditutup

TANAH ABANG – Petugas gabungan TNI dan Polri terpaksa menutup seluruh pintu masuk Pasar Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pengunjung hanya dapat melewati Pintu masuk Blok B Pasar Tanah Abang.

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 12.00 WIB, Gedung A Pasar Tanah Abang penuh sesak masyarakat yang ingin berbelanja. Karena banyaknya pengunjung kemudian petugas memindah pintu masuk hanya melewati jalur Blok B Pasar Tanah Abang.

Karena membeludaknya masyarakat yang hendak masuk petugas membatasi penunjung. Masyarakat dapat masuk ke area Pasar Tanah Abang di area Blok A dapat melalui pintu masuk Blok B.

“Untuk mengurai kepadatan, pintu masuk dialihkan ke Blok B, pintu keluar melalui Blok A,” ucap petugas.

Selain itu, salah seorang petugas juga mengimbau para pengunjung yang duduk-duduk di tangga agar segera meninggalkan Pasar Tanah Abang jika sudah selesai berbelanja.

Para petugas juga yak henti hemtinya mengimbau para pengunjung agar jangan lupa memakai masker pada saat berbelanja. Petugas juga tidak segan menegur sejumlah pengunjung yang tidak mengenakan masker.

“Jangan lupa pake masker, agar kita tidak seperti di India. Pakailah masker kesehatan, jangan ngeyel. Ini untuk kita semua agar sehat, karena sehat itu mahal harganya,” imbau petugas.

Apel Pengetatan Prokes  

 Prajurit TNI-Polri dan Aparat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengikuti apel bersama dalam rangka pengetatan protokol kesehatan di wilayah Ibu Kota, khususnya Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Apel digelar di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (2/5).

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta, Matali, selaku pemimpin upacara menuturkan, masyarakat harus kembali diingatkan bahwasanya Covid-19 itu adalah nyata dan merupakan masalah yang serius.

“Masyarakat perlu diingatkan dengan baik agar mereka aware, agar mereka juga perhatian bahwa penegakan protokol kesehatan Covid-19 itu perlu,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, sama sekali tak melaramg interaksi masyarakat di ruang publik seperti pasar. Akan tetapi, interaksi tersebut haruslah diperhatikan.

“Kita paham bahwa masyarakat juga perlu berinteraksi misalnya di pasar-pasar tetapi ya interaksi di pasar-pasar tersbeut harus dikendalikan dengan baik. Kita berada pada unsur pengendali dari kerumunan masyarakat itu,” ujarnya.

Matali  menjelaskan, ada beberapa pintu masuk yang perlu mendapatkan perhatian. Menurutnya, di beberapa pintu itulah yang nantinya petugas-petugas kita untuk memberikan peringatan kepada masyarakat.

“Meskipun nanti ada yang bertugas di dalam, menghitung jumlah mereka. kalau sudah melampaui 50 persen dari kapasitas terpasang dari biasanya, kita akan lakukan pengendalian ataukah penutupan, termasuk antre pun nanti kita kendalikan dengan baik,” katanya. Dalam apel pada pagi ini, sebanyak 1.000 personel dari TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta disiagakan.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp