Penganiaya Perawat RS Siloam di Palembang Terancam 2 Tahun Penjara

JT tersangka penganiaya perawat di RS Siloam Palembang berju orange.

PALEMBANG   Polrestabes Palembang menetapkan JT (38), pelaku penganiaya perawat Sakit (RS) Siloam Sriwijaya Palembang, Kristina Ramauli (28).Pelaku ditangkap di kediamannya di Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP dengan penganiayaan.

“Tersangka sudah mengakui kesalahannya. Tersangka akan diancam penjara selama dua tahun,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira, Sabtu (17/4).

JT ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mengantongi keterangan sejumlah pihak dan barang bukti di antaranya pakaian korban dan rekaman CCTV rumah sakit.

Kepada Polisi tersangka mengaku nekat menganiaya korban karena emosi melihat tangan anaknya berdarah saat jarum infus dicabut.

“Sehingga tersangka langsung menampar dan menendang korban sampai tersungkur,” katanya.

Sementara itu, JT, mengucapkan permintaan maafnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan terutama kepada perawat yang menjadi korban penganiayaan.

“Kepada korban, keluarga korban, dan seluruh masyarakat saya mengakui perbuatan saya telah tindakan yang kurang baik. Saya melakukan itu karena saya kelelahan dan tersulut emosi sesaat,” katanya.

Suter Kristina Ramauli yang melepas infus anak pelaku, yang terjadi pada Kamis (15/4)  sekira pukul 16.50 WIB.

Saat press release di Polrestabes Palembang, JT mengatakan saat itu ia mendengar anaknya menangis saat akan pulang dari RS Siloam sehingga ia emosi dan langsung berangkat ke Palembang dari Kayu Agung.

“Saya mengakui sudah melakukan tindakan yang tidak baik, karena saat itu saya tersulut emosi, mendengarkan anak saya menangis, hingga melakukan tindak yang tidak baik, dan kepada pihak yang dirugikan saya minta maaf yang sebesar-besarnya,” kata pelaku, Sabtu 17 April 2021.

JS adalah seorang pengusaha sparepart mobil dan motor di Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten OKI ini menuturkan, bahwa anaknya di rawat di rumah sakit membuatnya harus bolak balik dari Kayu Agung – RS untuk menjenguk anaknya. Selain itu emosinya bertambah karena kondisinya yang lelah bekerja, hingga gampang terbawa emosi.

“Saat itu saya mendengar bahwa infus anak saya lepas dan menangis, membuat saya emosi dan tidak terima hingga terjadilah peristiwa itu,” ungkapnya. Pelaku yang saat press rilis telah menggunakan baju oranye hanya mampu menundukan kepala dihadapan para awal media, mengatakan bahwa ia menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada korban serta pihak terkait di RS Siloam.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp