Tuesday, 16 April 2024

Search

Tuesday, 16 April 2024

Search

Pengacara Terkemuka Pakistan Ditembak Mati di Dalam Gedung Pengadilan

Pengacara Pakistan ditembak mati di gedung pengadilan

PAKISTAN(IM)- Seorang pengacara terkemuka Pakistan dan aktivis hak asasi manusia (HAM) ditembak mati pada Selasa (17/1) di sebuah gedung pengadilan di kota barat laut Peshawar.
Petugas polisi Ibu Kota Muhammad Ijaz Khan mengatakan kepada CNN, Abdul Latif Afridi (79), mantan presiden asosiasi pengacara Mahkamah Agung (MA) Pakistan, ditembak enam kali di ruang istirahat di Pengadilan Tinggi Peshawar.
Khan mengidentifikasi tersangka sebagai pengacara junior Adnan Sami Afridi (24). Pelaku pun sudah ditahan polisi.
Adapun seorang saksi bernama Hayat Roghani mengatakan tersangka pria bersenjata itu mengangkat tangannya untuk menyerah setelah penembakan, dengan mengatakan dia telah membalas dendam atas kematian ayahnya.
Polisi juga mengatakan kepada CNN bahwa pria bersenjata itu diduga mengatakan itu adalah pembunuhan balas dendam pada saat kejadian.
Ayah tersangka, pengacara Samiullah Afridi, diketahui dibunuh oleh pria bersenjata tak dikenal pada 2015. Saat itu, dua kelompok militan mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Afridi, yang bekerja untuk dokter yang membantu CIA mencari Osama bin Laden.
Meskipun kontingen polisi yang berat biasanya dikerahkan di pengadilan Peshawar, pengacara tidak digeledah saat masuk.
Pengaturan keamanan di pengadilan sebelumnya telah dipertanyakan, terutama setelah seorang remaja laki-laki menembak dan membunuh seorang warga negara Amerika Serikat (AS) asal Pakistan yang diadili atas tuduhan penodaan agama di dalam ruang sidang pada 2020.
Seperti diketahui, Latif Afridi, yang juga mantan anggota parlemen, telah menjadi pengkritik vokal atas dugaan campur tangan militer yang kuat dalam politik Pakistan dan militansi Islam.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif mengeluarkan pernyataan di Twitter yang mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas kematian Latif Afridi.
Dia juga mengecam apa yang dia sebut sebagai “situasi hukum dan ketertiban yang memburuk” di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang beribukota di Peshawar.

Frans C. Gultom

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media