Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol,
KBRI Keluarkan Imbauan untuk WNI

          JAKARTA (IM) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC mengumumkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Ibu Kota Amerika Serikat (AS) itu menyusul kerusuhan yang terjadi pada Rabu (6/1).

          Sebagaimana diberitakan, ratusan pendukung Trump berupaya membatalkan kekalahannya dalam pemilihan dan menyerbu Capitol, sehingga Kongres terpaksa menunda sesi penghitungan suara untuk mengesahkan kemenangan Biden. Polisi Washington, DC mengatakan seorang wanita tewas ditembak dalam kerusuhan tersebut. Kerusuhan itu memaksa Wali Kota Washington, DC, Muriel Bowser mengumumkan pemberlakuan jam malam yang berlaku dari Rabu (6/1) pukul 6 sore hingga Kamis (7/1) pukul 6 pagi. Perintah jam malam

          “Seluruh masyarakat Indonesia diimbau untuk mematuhi perintah tersebut untuk keamanan dan keselamatan masing-masing,” demikian isi imbauan dari KBRI Washington DC.

          Disampaikan bahwa perintah jam malam tersebut tidak berlaku bagi para pekerja esensial, termasuk para pekerja media. Polisi mengatakan telah mengamankan Gedung Capitol dan para anggota Kongres AS telah kembali bersidang.

Dikutuk Pemimpin Dunia

          Beberapa pemimpin dunia menyatakan keterkejutan mereka dan mengutuk aksi para pendukung Presiden Donald Trump yang menerobos masuk ke Gedung Kongres Amerika itu pada Rabu (6/1).

          “Pemandang an yang memalukan di Kongres AS. Amerika Serikat mewakili demokrasi di seluruh dunia dan sekarang sangat penting bahwa harus ada alih kekuasaan yang damai dan tertib,” tulis Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di Twitter.

          Para pejabat Uni Eropa lainnya juga menunjukkan dukungan mereka untuk Biden pada hari Rabu, sementara ekstremis pro-Trump memaksa polisi Capitol Hill memberlakukan lockdown (larangan keluar masuk), dan mengganggu sertifi kasi kemenangan presiden Biden.

          “Saya percaya pada kekuatan institusi dan demokrasi Amerika. Transisi kekuasaan yang damai adalah intinya. @ JoeBiden memenangkan pemilihan,” tulis Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, di Twitter.

          “Hasil pemilihan demokratis ini harus dihormati,” tulis Kepala NATO Jens Stoltenberg di Twitter.

          Kementerian Luar Negeri Turki merilis pernyataan pada Rabu yang mendesak warganya di Amerika Serikat agar menghindari tempattempat yang ramai dan konfrontasi.

          Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyebut kerusuhan Rabu itu sebagai “serangan besar terhadap demokrasi.”

          The violent acts against American institutions are a grave attack against democracy. I condemn them. The American people’s will and vote must be respected — Jean-Yves Le Drian (@JY_LeDrian)Januari 6,2021.

          Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) juga mengutuk massa yang menyerbu Gedung Kongres Amerika.

          “Penggunaan kekerasan dan vandalisme terhadap institusi merupakan serangan serius terhadap fungsi demokrasi,” tulis Sekretariat Jenderal OAS tentang insiden itu dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, dan mendesak agar pihak-pihak terkait kembali ke “rasionalitas yang sangat dibutuhkan.” Q mar

Mika Urip

Mika Urip

Tulis Komentar

WhatsApp