Saturday, 15 June 2024

Search

Saturday, 15 June 2024

Search

Pendopo Mulai Program Pendampingan  dan Pelatihan UMKM Tekstil dan Pakaian di Kabupaten Buleleng

Pengurus Dekranasda Kabupaten Buleleng Bidang Manajemen Usaha, Sunitha Devi (keempat dari kiri), Direktur Pendopo, Tasya Widya Krisnadi (kelima dari kiri) dan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta (keenam dari kiri) bersama para mentor dalam pembukaan Program Pendampingan dan Pelatihan UMKM tekstil dan pakaian yang dilakukan Pendopo di Kabupaten Buleleng, Selasa (6/6). (Foto: ist)

KABUPATEN BULELENG – Sebagai upaya pelestarian budaya,Pendopo,merek usaha Kawan Lama Group yang menjadi rumah bagi para UMKM lokal dan telah bekerja sama dengan lebih dari 200 UMKM di Nusantara yang hadir di bawah naungan PT ACE Hardware Indonesia Tbk, memulai program pembinaan dan pelatihan UMKM Tekstil dan Pakaian di Kabupaten Buleleng, Bali.

Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng, program yang rencananya akan digelar hingga akhir tahun ini dibuka di gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Buleleng,  pada Selasa  (6/6).

Direktur Pendopo, Tasya Widya Krisnadi menyampaikan, Kabupaten Buleleng dipilih karena menyimpan potensi industri fesyen yang tinggi. “Dengan berbagai pelatihan pemanfaatan kain tenun khas Bali menjadi produk fesyen siap pakai, didukung dengan pembukaan akses pasar melalui Pendopo, kami yakin daya saing UMKM tekstil dan pakaian Buleleng akan meningkat,” kata Tasya.

Pendopo pun akan melakukan serangkaian pelatihan online dan offline hingga akhir tahun, dengan fokus peningkatan keterampilan mendesain dan menjahit. Termasuk juga mendorong fesyen yang berkelanjutan (sustainable fashion) dengan pemaksimalan penggunaan kain melalui pembuatan produk turunan menggunakan kain sisa.

FOTO BERSAMA: Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Kabupaten Buleleng Dewa Made Sudiarta (depan, kelima dari kiri), Direktur Pendopo Tasya Widya Krisnadi (tengah)  dan Pengurus Dekranasda Kabupaten Buleleng Bidang Manajemen Usaha Sunitha Devi  (keempat dari kanan) bersama para mentor dan peserta dalam pembukaan Program Pendampingan dan Pelatihan UMKM tekstil dan pakaian yang dilakukan Pendopo di Kabupaten Buleleng, Selasa (6/6).

Pelatihan ini ditujukan untuk puluhan penjahit lokal, ibu rumah tangga, juga pelajar. Pelatihan ini dilakukan melalui kolaborasi strategis Pendopo dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng, desainer lokal, yayasan pemberdayaan UMKM dan masyarakat Buleleng. Selanjutnya, hasil pelatihan akan dikurasi dan mulai dipasarkan melalui Pendopo pada akhir tahun 2023.

Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, Paramita Lihadnyana  berharap semoga ilmu dan pengalaman yang didapat melalui pelatihan ini dapat meningkatkan kesejahteraan para peserta. “Kami juga berharap pelatihan ini dapat menginspirasi para ibu-ibu rumah tangga maupun masyarakat lainnya untuk turut terlibat dalam pengembangan potensi luar biasa dari UMKM tekstil dan pakaian di Kabupaten Buleleng,” tuturnya

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta  menambahkan, pihaknya sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dari tim Pendopo ini, dan berharap program ini dapat meningkatkan geliat perekonomian Kabupaten Buleleng. “Kami berharap sinergi antara para desainer, sentra-sentra pengrajin tenun, dan para penjahit yang dilibatkan dapat menghasilkan produk-produk unggulan yang betul-betul bersaing,” ujarnya.

Sebelumnya pada tahun 2021 hingga 2022, Pendopo juga telah mengadakan program pendampingan dan pelatihan masyarakat tenun ikat Sikka di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Hasilnya, terjadi peningkatan pendapatan, peningkatan jumlah tenaga tenun, juga kemandirian para kelompok tenun dalam mentransfer ilmu berbekal modul dari Pendopo. Selain itu Pendopo juga memperluas pasar tenun ikat Sikka melalui kolaborasi dengan desainer lokal.

“Tujuan akhir dari dari sebuah program pendampingan tentunya adalah tercapainya kemandirian masyarakat. Untuk mencapainya, terdapat beberapa indikator, mulai dari peningkatan jumlah lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan, juga terbukanya akses pasar. Setelah cukup berhasil meningkatkan pendapatan serta mewujudkan kemandirian di Kabupaten Sikka tahun lalu, kami harap program ini bisa mencapai kesuksesan serupa atau bahkan melampauinya,”  tandas Tasya.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media