Pendapatan RI Turun Kelas, Kemenkeu: Nggak Ngaruh ke Rakyat

JAKARTA – Indonesia turun peringkat dari negara upper middle income country menjadi lower middle income country. Hal ini disampaikan dalam laporan Bank Dunia.

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan kondisi ini tidak akan berdampak pada masyarakat Indonesia.

“Apa dampaknya bagi masyarakat kita? Hampir nggak ada. Lihat masyarakat yang kita lindungi 20% termiskin dan 40% hampir miskin. Tingkat kemiskinan kita tahan supaya nggak jadi miskin tahun lalu,” kata Febrio dalam konferensi pers, Jumat (9/7).

 Dia  menjelaskan, turunnya peringkat Indonesia ini karena sebelumnya pendapatan Indonesia berada di level US$4.050 dan sekarang berada di level US$3.870 per kapita.

Febrio optimistis Indonesia akan kembali ke upper middle income country. Apalagi dengan kondisi yang berbeda dengan tahun 2020. Dia yakin target tersebut bisa tercapai akhir tahun ini.

“Akhir tahun ini harusnya sudah bisa, apalagi 2022, jadi ini bukan sesuatu yang berdampak terlalu signifikan bagi masyarakat kita terutama. Sekarang kita melindungi masyarakat supaya bisa terlindungi dari Covid -19 dan kemiskinan sampai tak kehilangan pekerjaan. Inilah yang kita lakukan bersama-sama untuk bisa berjuang untuk keluar dari ancaman pandemi ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan tahun lalu memang berat, belum ada vaksin dan berbeda dengan tahun ini. Apalagi pemerintah berupaya untuk mencapai herd immunity hingga 70% sebelum akhir tahun. “Dengan demikian kita bisa memulihkan kesehatan dan perekonomian kita,”  ujarnya.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp