International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Pendapatan Astra Rp144 Triliun

JAKARTA – PT Astra International Tbk mengantongi pendapatan sebesar Rp144 triliun pada semester I-2022. Kontribusi terbesar dari pendapatan itu adalah bisnis alat berat dan pertambangan.

“Kontribusi terbesar di semester I tahun ini divisi bisnis alat berat dan pertambangan karena harga komoditas yang naiknya sangat tinggi. Unit bisnis ini memang cukup menonjol, secara pendapatan, lini bisnis ini sebesar 42% dari total pendapatan Astra Rp144 triliun” jelas Presiden Direktur PT Astra International Tbk (Astra) Djony Bunarto Tjondro dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/9).

Djony juga meyakini unit bisnis lainnya meningkat di atas ekspektasi perusahaan. Astra sendiri memang memiliki tujuh unit bisnis utama, otomotif, jasa keuangan, alat berat (termasuk pertambangan, konstruksi, dan energi), agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, dan properti.

“Kontribusi bisnis baru Astra pada revenue ke depan, kami melihat beberapa bisnis baru ambil contoh infrastruktur kami sudah bangun konsisten cukup lama, itu menunjukkan pertumbuhan cukup baik, dan kami berharap satu pilar itu bisa memberikan kontribusi yang besar ke depan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya juga akan terus meningkatkan kinerja ketujuh lini bisnis Astra, meskipun di sisi lain juga agresif melakukan aksi korporasi.

“Strategi prioritas kami fokus pada astra yang majornya mengembangkan kinerja portofolio 7 lini bisnis kami. Tentunya penting memperkuat ekosistem bisnis Astra. Otomotif masih menjadi bagian yang penting,” tuturnya,

Lebih jauh ia menyampaikan rincian investasi yang dilakukan Astra tahun ini. Pertama mengakuisisi saham sektor kesehatan yakni PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL). Investasi ini dilakukan untuk meningkatkan layanan telemedicine. “Kedua investasi yang sudah kami lakukan, joint venture antara Hongkong Land dengan Logos SE Asia Pte Ltd,”  ujarnya.

 Ketiga, membentuk joint venture atau perusahaan patungan dengan Toyota. Perusahaan patungan ini membentuk perusahaan yang bergerak di jasa penyewaan kendaraan komersial.

“Kami berharap perusahaan itu bisa beroperasi pada kuartal terakhir tahun ini. Jadi unit perusahaan Astra dan Toyota menjadi strategic partner yang lebih baik,” jelasnya.

Kemudian, Astra juga berinvestasi di bidang e-commerce yakni dengan investasi di Sayurbox, Paxel, dan Mapan. Terakhir yang terbaru, Astra melalui anak usaha PT Sedaya Multi Investama (Astra Financial) telah menyelesaikan transaksi akuisisi PT Bank Jasa Jakarta (BJJ). Akuisisi dilakukan bersama WeLab melalui WeLab Sky Limited (WeLab Sky).***

Vitus DP

Komentar

Baca juga