International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Pemprov DKI Diminta Buat Taman di Permukiman Padat Seperti Tebet Eco Park

Revitalisasi Tebet Eco Park.

JAKARTA- Taman Tebet Eco Park di Jakarta Selatan telah diresmikan dan dibuka untuk umum. DPRD DKI Jakarta berharap Pemprov DKI berfokus memperbaiki taman-taman lain, terutama yang terletak di tengah permukiman padat penduduk.
“Harapan kami taman bagus itu bukan hanya ada di lingkungan besar saja, tapi diutamakan juga di padat penduduk, sehingga bisa dimanfaatkan dan menjadi tempat rekreasi bagi warga sekitar,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah melalui keterangan tertulis, Minggu (24/4).
Politikus PDIP itu memuji revitalisasi Tebet Eco Park yang memiliki visi yang baik sebagai connecting people with nature. Tebet Eco Park, kata dia, bisa menjadi sarana interaksi, edukasi, sekaligus rekreasi bagi masyarakat.
Oleh karena itu, dia meminta kehadiran Taman Tebet ini bisa menjadi percontohan untuk perbaikan taman lainnya di Ibu Kota.
“Kami minta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota bisa membuat taman-taman di Jakarta menjadi seperti ini (Tebet Eco Park). Sangat luar biasa, bisa dimanfaatkan sebagai hiburan warga,” ujarnya.
Senada dengan Ida, anggota Komisi D, Judistira Hermawan juga meminta Pemprov membuat taman layaknya Tebet Eco Park. Terutama, di kawasan Jakarta Utara yang masih kekurangan taman interaktif.
“Tentu kita harapkan taman seperti ini tidak hanya dibangun di Jakarta Selatan, tapi juga di daerah-daerah lain, terutama Jakarta Utara. Saya kira di sana masih perlu penambahan taman yang jumlahnya signifikan,” tandasnya.
Sejumlah keunggulan memang dimiliki Tebet Eco Park, yang berdiri di atas lahan seluas tujuh hektare. Pertama, Infinity Link Bridge, yakni jembatan penyatu Taman Tebet Utara dan Taman Tebet Selatan yang selama ini terpisah oleh Jalan Tebet Raya.
Di sisi selatan taman terdapat kebun bibit yang dikembangkan menjadi zona Wetland Boardwalk, yang berfungsi untuk membantu menahan laju air dan meningkatkan penyimpanan air. Lalu ada Community Garden, yang dilengkapi fasilitas untuk kegiatan sosial masyarakat sekitar. Serta Swamp Playground, yang memiliki beragam wahana bermain, dan Viewing Deck, yang memanfaatkan kontur.
Sedangkan di bagian utara, terdapat area TEP Plaza yang berfungsi sebagai area drop-off, dengan bangunan pavilion, amphitheatre, hingga fasilitas parkir dan UMKM.
Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, kemarin. Anies menyebut nantinya taman tersebut akan difungsikan juga untuk kolam retensi sebagai pengendali banjir.
“Nanti, ketika air naik, air ditampung di kanan-kirinya. Ini memang berfungsi sebagai kolam retensi di musim hujan,” kata Anies di lokasi, Jumat (23/4).
Anies menuturkan, ketika terjadi hujan, banjir akan dialirkan ke sungai yang ada di taman. Nantinya genangan air banjir bisa ditampung di sana.
“Sungai ini, nanti ketika air naik, maka air ditampung di kanan-kirinya. Sehingga, bila musim hujan, air meningkat, maka air itu akan ditampung di taman ini,” ujarnya.
“Jadi taman ini berfungsi sebagai penampungan air ketika volume air meningkat di musim hujan. Ketika air surut, maka bisa digunakan lagi,” sambungnya.
Lebih lanjut, kata dia, Pemprov sudah merevitalisasi 90 taman yang ada di Jakarta untuk kemudian dijadikan taman serupa dengan Tebet Eco Park.***


Prayan Purba

Komentar

Baca juga