Pemkab Cirebon Stres Cari Dana Selesaikan GOR Watubelah

Ilustrasi.

CIREBON- Sampai saat ini penyelesaian proyek GOR Watubelah Kabupaten Cirebon masih belum menemukan titik terang. Tahun ini saja, proyek GOR yang sudah menelan anggaran ratusan milyar itu, belum ada tanda-tanda selesai. Bantuan dari Pemprov Jabar, naga-naganya berat untuk diharapkan. Tidak masuknya menjadi skala prioritas Pemprov, kuat dugaan menjadi alasan utama kucuran dana tidak turun lagi.

Wacana Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto, untuk menggandeng pihak ke tiga dalam menyelesaikan proyek tersebut, kurang direspon Bupati Cirebon. Imron menilai, kalau ada pihak ke tiga masuk, akan ada komersialisasi penggunaan GOR Watubelah. Bupati Imron tidak ingin masyarakat Kabupaten Cirebon, tidak bisa menikmati GOR Watubelah. Alasannya, pasti mereka harus membayar untuk bisa menikmati GOR Watubelah.

“Itu wacana bagus sebetulnya. Tapi apakah masyarakat bisa menikmati. Namanya komersial ya pasti harus bayar. Kasian dong masyarakat kita,” kata Imron, Minggu (14/3).

Imron mengaku, wacana pihak ketiga memang sudah ada. Bahkan ada beberap investor yang sempat menghubungi dirinya. Namun karena GOR Watubelah harus dinikmati seluruh masyarakat, dirinya masih belum bisa mengizinkan. Kecuali, kalau Pemkab Cirebon sudah mentok tidak bisa mencari anggaran yang lagi.

“Ini kan situasinya sedang covid. Pemprov Jabar sendiri kelihatannya tidak ada slot anggaran karena sedang covid. Nantilah kami cari solusi lain. Mungkin kalau sikonnya sudah normal, kita bisa mendapat anggaran lagi,” ungkap Imron.

Terkait ada rencana tahun depan memakai APBD Kabupaten sebesar Rp25 milyar, Imron mengaku tidak yakin bisa terealisasi. Alasannya, kondisi covid membuat semua perencanaan bisa berubah kapan saja. Kalau saja tahun depan covid masih ada dan anggaran kembali di refocusing, rencana tersebut bisa batal.

“Tahun depan saja saya tidak yakin bisa mengambil dari APBD kabupaten. Covid kan belum jelas sampai kapan selesainya. Kalau ada refocusing lagi bagaimana, ya mendingan buat menanggulangi covid saja daripada untuk GOR,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto, mengaku tidak masalah kalau Imron tidak sepakat ada pihak ke tiga, dalam menyelesaikan GOR Watubelah. Namun, Pemkab jangan hanya diam dan tidak mencari solusi. Sementara kondisi GOR yang kembali mangkrak, akan menambah kerusakan pada struktur bangunan. 

“Saya sepakat kalau Pemkab keberatan dengan ide saya, tapi mana upaya Pemkab menyelesaikannya. Selama ini terbukti GOR tidak selesai selesai. Jadi jangan bilang tidak sepakat, tapi niat untuk menyelesaikan tidak ada. Cari solusi lah supaya dapat anggaran agar GOR bisa selesai,” jelas Hermanto.

Hermanto menambahkan, selama ini memang Pemkab terkesan tidak ada progres menyelesaikan proyek GOR Watubelah. Sulitnya anggaran, menjadi salah satu alasan, kelanjutan proyek hanya mengandalkan bantuan provinsi saja. Karena hal itulah, akhirnya wacana mengandeng pihak ke tiga muncul, untuk menyelamatkan kondisi GOR yang saat ini kembali terbengkalai.

“Harusnya Pemkab berfikir rasional. Ratusan milyar duit rakyat sudah masuk dalam proyek itu, tapi belum selesai juga. Kalau ada pihak ketiga mau, tinggal mencari aturan supaya masyarakat tidak terbebani. Kalau dibiarkan dan hanya wacana, saya yakin GOR Watubelah akan terbengkalai dan tidak berfungsi,” tukasnya.

Seperti pernah diberitakan sebelum, Pemkab Cirebon masih perlu sekitar Rp500 milyar lebih untuk menyelesaikan pembangunan GOR. Namun, pengajuan sejak tahun 2019 sampai sekarang tidak di acc Pemprov Jabar. Sampai saat ini, pembangunan GOR Watubelah yang pelaksanaanya dimulai tahun 2012, sudah menelan anggaran sekitar Rp300 milyar. Sedangkan sejak tahun 2019 sampai saat ini, kelanjutan pembangunan kembali terhenti, karena tidak ada anggaran. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp