International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

Pemerintah Brasil Diminta Beri Penjelasan Soal Pembelian 35 Ribu Dosis Pil Viagra

foto ilustrasi

BRASILIA (IM)– Pihak oposisi mengkritik Presiden Brasil Jair Bolsonaro setelah muncul laporan bahwa pemerintahnya telah menyetujui pembelian lebih dari 35.320 dosis obat disfungsi ereksi Viagra generik untuk angkatan bersenjata negara itu.
Presiden Partai Buruh Gleisi Hoffman mengutuk pembelian yang disebutnya sebagai “pemborosan kriminal” itu, sementara calon presiden Ciro Gomes menyebut pembelian itu “sulit untuk dibenarkan” dan “absurditas”. Gomes bahkan mengecam Bolsonaro dengan menambahkan bahwa bukan suatu kebetulan pembelanjaan itu terjadi selama masa kepresidenan Bolsonaro, yang dituduhnya “mempemalukan seragam (militer)”.
Menggunakan portal transparansi dan panel harga pemerintah, deputi federal Elias Vaz dari Partai Sosialis Brasil telah menemukan delapan pembelian sildenafil yang berbeda, nama generik untuk obat disfungsi ereksi yang dipasarkan raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer sebagai Viagra.
Vaz mengklaim pemerintah Brasil membayar harga di atas pasar untuk pil, yang sebagian besar disalurkan ke angkatan laut. Para pelaut mendapatkan 28.300 dari pil biru kecil itu, dengan tentara mendapatkan 5.000 dan angkatan udara 2.000 sisanya, menurut temuannya.
“Fasilitas kesehatan di seluruh negeri sering menghadapi kekurangan obat untuk mengobati pasien dengan penyakit kronis, seperti insulin, dan Angkatan Bersenjata menerima ribuan pil Viagra. Masyarakat layak mendapat penjelasan,” kata Vaz dalam sebuah pernyataan yang dilansir RT.
“Uang publik, yang keluar dari kantong kita semua orang Brasil, harus digunakan untuk melayani kepentingan publik,” kata Deputi Federal Marcelo Freixo, yang juga seorang Sosialis, seraya menambahkan bahwa dia akan meminta jaksa penuntut umum Brasil untuk membuka penyelidikan.
Marinha do Brasil, Angkatan Laut Brasil, telah menanggapi dengan mengakui bahwa mereka membeli obat tersebut, tetapi mengklaim bahwa obat itu digunakan untuk mengobati hipertensi pulmonal, suatu kondisi yang kadang-kadang diresepkan sildenafil. Namun, petunjuk dosis untuk hipertensi pulmonal memerlukan 20 miligram setiap delapan jam, sedangkan pil yang dibeli dalam dosis 25mg dan 50mg, biasanya digunakan untuk membantu disfungsi ereksi.
Seorang mantan perwira militer, Bolsonaro terpilih pada 2018 dengan platform populis. Anggota parlemen Brasil menuduhnya tidak kompeten dan bahkan “kejahatan terhadap kemanusiaan” atas penanganannya terhadap pandemi Covid-19, termasuk penentangan terhadap penguncian dan mandat vaksin.
Bolsonaro menghadapi upaya pemilihan ulang yang sulit pada Oktober, dengan jajak pendapat saat ini menunjukkan penantang utamanya, mantan presiden dan kandidat Partai Buruh Luiz Inacio Lula da Silva, dengan keunggulan dua digit.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga