International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Pemenang Nobel Perdamaian Disiram Cat Merah di Kereta Api

Pemenang Nobel Perdamaian asal Rusia disiram cat berwarna merah di kereta api.

Jurnalis pemenang Penghargaan Nobel Perdamaian asal Rusia, Dmitry Muratov tiba-tiba diserang seseorang saat berada dalam kereta api. Ia disiram orang tak dikenal dengan cat merah yang dicampur dengan pelarut aseton.

“Mata saya sangat panas,” kata editor surat kabar liberal Novaya Gazeta, yang telah menghentikan operasinya setelah peringatan dari Moskow atas liputan perang Rusia-Ukraina.

“Penyerang laki-laki berteriak, Muratov, ini untuk anak laki-laki kami,” lanjutnya.

Insiden itu terjadi pada Kamis (7/4) di kereta Moskow-Samara. Foto-foto setelah serangan itu dipublikasikan di saluran Telegram Novaya Gazeta.

Outlet tersebut telah diluncurkan oleh tim jurnalis dari Novaya Gazeta. Mereka mengatakan akan beroperasi di luar Rusia, menerbitkan artikel dalam berbagai bahasa.

Muratov dianugerahi Nobel Perdamaian pada 2021 sebagai pengakuan atas perjuangannya untuk membela kebebasan berekspresi di Rusia.

Novaya Gazeta dikenal sangat kritis terhadap otoritas Rusia. Bulan lalu, mereka mengumumkan menangguhkan operasi cetak dan online “sampai akhir operasi militer khusus Rusia” di Ukraina – istilah resmi regulator media Rusia Roskomnadzor yang harus digunakan semua media di negara itu. Siapa pun yang menggambarkan tindakan Rusia di Ukraina sebagai “perang” akan menghadapi denda berat atau penutupan.

Sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, pembatasan pelaporan semakin ketat di Rusia, dan akses ke hampir semua outlet independen diblokir atau dibatasi – atau mereka menyensor sendiri.

Rusia juga telah melarang Facebook, Instagram, dan Twitter di negara itu.

Sejumlah aktivis dan jurnalis Rusia yang berbicara menentang invasi negara mereka ke Ukraina baru-baru ini rumah mereka dirusak oleh tokoh-tokoh pro-Kremlin yang tidak dikenal.

Sejak perang dimulai, kehidupan bagi mereka yang menentangnya menjadi semakin sulit di Rusia. Pemerintah telah mengeluarkan undang-undang yang mengancam orang-orang yang menyebarkan informasi “palsu” tentang perang dengan hukuman 15 tahun penjara. Presiden Rusia Vladimir Putin dan politisi lainnya telah menegaskan penentangan terhadap perang sebagai pengkhianatan terhadap negara.***

Osmar Siahaan

Komentar