Pemenang Koko Cici Kunjungi Tempat Wisata Bersejarah di Kota Bandung

Rombongan Koko Cici berfoto bersama Fan Jun Fa, Herman Widjaja dan Rao Shu Sheng di Museum Sejarah Etnis Tionghoa.

BANDUNG–Awal Februari 2021 ini, ajang pemilihan Koko Cici memasuki babak final. Sekaligus memilih sepasang Koko Cici Jawa Barat dan pemenang kategori lainnya.

Selanjutnya mereka melaksanakan tugas antara lain mengunjungi sejumlah tempat wisata bersejarah di Kota Bandung. Khususnya kegiatan terkait memahami budaya dan adat istiadat Tionghoa.

         

Sebanyak 13 orang pemenang Koko Cici, pada Jumat (12/3) lalu, dengan didampingi Sekjen PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Jabar Lita, Wakil Ketua Rao Shusheng dan tokoh lainnya mengunjungi Vihara Satya Budhi dan Vihara Samudra Bhakti.

Kehadiran mereka disambut Pengurus Vihara Samudra Bhakti Chen Qing Zhang. Kemudian dia memimpin rombongan meninjau vihara yang berusia lebih dari seratus tahun tersebut.

Para Koko Cici mendengarkan penjelasan mengenai peninggalan bersejarah tersebut dengan penuh perhatian. 

          Kemudian mereka mengunjungi Museum Sejarah Etnis Tionghoa dan Rumah Abu Seratus Marga di kantor sekretariat YDSP Bandung. Dan disambut oleh Ketua YDSP Herman Widjaja yang selanjutnya mendampingi tamunya itu meninjau Museum Sejarah Etnis Tionghoa.

Hal ini guna memahami para tokoh etnis Tionghoa yang berperan dan berkontribusi di bidang seni budaya, olahraga, politik dan sejarah.

          Di depan papan nama leluhur Rumah Abu Seratus Marga, para Koko Cici mendengarkan penjelasan terkait marga Tionghoa. Sehingga mereka memperoleh wawasan yang lebih luas lagi.

          Sekjen PSMTI Jabar Lita menyatakan babak penyisihan ajang pemilihan Koko Cici sebenarnya berlangsung bulan Mei 2020 lalu. Namun tertunda karena wabah Covid-19. Hingga baru pada tahun 2021 ini babak final Koko Cici Jawa Barat diselenggarakan.

Para pemenang bertugas memperkenalkan objek wisata Jawa Barat dan juga melakukan berbagai kegiatan lainnya. Antara lain mempelajari tata krama, memahami adat istiadat dan budaya Jawa Barat. Termasuk adat istiadat dan budaya etnis Tionghoa.

          Ketua PSMTI Jawa Barat Suwanda Holy menyatakan para peserta ajang pemilihan Koko Cici yakni para anak muda. Mereka memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai seni budaya setempat.

Mereka juga pandai di bidang hi-tech.  Namun untuk adat istiadat dan budaya Tionghoa, karena adanya putus literasi selama puluhan tahun, maka sebagian besar dari mereka tidak tahu banyak mengenai hal tersebut. Dan membutuhkan banyak bimbingan dari para tokoh senior.

“Kami PSMTI Jawa Barat akan sangat mendukung penuh kegiatan mereka. Karena kami juga berharap agar mereka kelak dapat bergabung dengan PSMTI atau komunitas Tionghoa lainnya. Bahkan dapat mewarisi adat istiadat dan budaya Tionghoa sekaligus menjadi penerus kami,” ujar Suwanda. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp