Pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Harmoni Lewati Situs Cagar Budaya

royek MRT Jakarta Fase 2 Sudah Capai 12,58 Persen.

JAKARTA – Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI-Harmoni lewati situs cagar budaya di Ibu Kota. Sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan tersebut.

“Cagar budaya tertuang pada Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 merupakan warisan budaya bersifat kebendaan,” tulis akun Instagram @mrtjkt, Jumat (16/4).

Adapun situs cagar budaya di sekitar Stasiun Thamrin antara lain Gedung Sarinah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Bank Indonesia (BI), Tugu Jam Thamrin, dan Air Mancur Thamrin.

Selain itu, untuk Stasiun Monas terdapat Museum Nasional, Kementerian Pertahanan (Kemhan), Monumen Nasional (Monas), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), dan Markas Kostrad.

Sedangkan di Stasiun Harmoni terdapat Jembatan Hermes, Bank BTN, Istana Negara, Istana Harmoni, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, dan Toko Harmoni Singer.

“Nah, itu semua Cagar Budaya yang ada di sepanjang jalur fase 2A,” jelasnya.

PT MRT Jakarta menjelaskan Cagar Budaya memiliki nilai penting bagi sejarah, Ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan melalui proses penetapan.

“Cagar Budaya meliputi Benda, Bangunan, Struktur, Situs, dan Kawasan baik di darat maupun di air yang perlu dilestarikan,” pungkasnya.

Pengerjaan MRT Fase 2 Bundaran HI-Harmoni telah mencapai 12,58 persen. Sehingga, pembongkaran Pos Polisi Merdeka Barat harus dilakukan lantaran bersinggungan dengan Satsiun Monas.

Pada 25 Maret 2021 lalu, pekerjaan pembangunan fase 2A, yaitu dari Bundaran HI hingga Harmoni telah mencapai 12,58 persen meliputi pengalihan arus lalu lintas sepanjang Jalan Thamrin, pembuatan soil pit di area pembangunan Stasiun Thamrin, pembuatan retaining wall untuk area mesin bor terowongan (tunnel boring machine) di Bundaran HI, D-Wall stasiun Monas, dan penyelesaian pembangunan Pos Polisi Subsektor Merdeka Barat serta penyelesaian pusat informasi (visitor center) di area Monas.

Di area pembangunan Stasiun Thamrin, sedang dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas (traffic diversion) 1—2B di area Stasiun Thamrin dan 1-4 di utara Bundaran HI. Selain itu, sedang dilakukan juga kegiatan power blender, yaitu memperkuat struktur tanah atas, di sisi selatan Stasiun Thamrin.

Sedangkan di area Bundaran HI, sedang dilaksanakan kegiatan jet grout (memperkuat struktur tanah di kedalaman yang diinginkan) sebagai bagian dari persiapan launching shaft mesin bor terowongan (tunnel boring machine). Selain itu, Tugu Jam Thamrin sebagai salah satu cagar budaya Jakarta, juga akan dilakukan pemindahan sementara selama pekerjaan pembangunan stasiun berlangsung.

“Untuk di Stasiun Monas, konstruksi Pos Polisi Subsektor Merdeka Barat telah selesai dan sedang menunggu persetujuan pembongkaran pos polisi eksisting yang bersinggungan dengan konstruksi D-wall Stasiun Monas,” tulis akun instagram @mrtjkt dikutip Rabu (14/4).

Selain itu, bangunan pusat informasi masyarakat (visitor center) dan kantor lapangan juga telah selesai dibangun. Per 25 Maret 2021 pula, 17 panel D-Wall telah selesai dikerjakan.

Rencananya akan ada 102 panel D-Wall untuk Stasiun Monas. Untuk area gardu induk (receiving substation), Tim kontraktor juga telah mengerjakan 62 titik jet grout sebagai soil improvement dari 78 titik yang direncanakan. “Pekerjaan galian ground anchor gardu induk juga telah mencapai tahap pemasangan waller beam dan diagonal strout. Untuk sisi utara Stasiun Monas, telah dilakukan pembangunan 590 m guide wall dari total 608 m. Pemasangan king cross stasiun juga sedang dilakukan untuk 8 nos dari 58 nos yang direncanakan,” lanjut tulisan itu.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp