Pembangunan Kampung Wisata Arab dan Pecinan di Cirebon Diajukan Lagi

Masjid Merah, salah satu yang berada di lokasi pembangunan Kampung wisata Arab Cirebon.

CIREBON- Usai terdampak refocusing, kampung wisata Arab dan Pecinan di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, segera terealisasi.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon, Agus Suherman menjelaskan sebenarnya kampung wisata Arab dan Pecinan sudah memiliki Detail Engineering Desaign (DED) dan siap untuk dibangun dan ditata pada 2020. “Namun pandemi covid-19 terjadi, sehingga anggaran untuk pembangunan kampung wisata tersebut terkena refocusing,” ungkap Agus, Jumat (23/4).

Tahun ini, lanjut Agus, Pemprov Jabar meminta agar kampung wisata Arab dan Pecinan diajukan kembali. “Sehingga kampung wisata tersebut bisa terealisasi secepatnya,” imbuhnya.

Keberadaan kampung wisata Arab dan Pecinan nantinya akan menyokong wisata kota tua yang telah ada. Wisata kota tua meliputi kawasan gedung BAT dan sekitarnya. “Kampung wisata Arab dan Pecinan akan dibangun berbasis budaya dan sejarah, termasuk kuliner jalanan,” tutur Agus.

Termasuk menghidupkan kembali kerajinan gerabah yang sebelumnya berjaya di kawasan tersebut namun saat ini mengalami keredupan. Selain itu di kawasan Panjunan juga terdapat masjid merah Panjunan yang menjadi daya tarik wisata religi.

“Banyak bangun ikonik yang berkarakter di sana, mudah-mudahan bisa menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan,” tukasnya.

Sementara itu, pengamat seni dan budaya Cirebon, Jajat Sudrajat menjelaskan nama Panjunan berasal dari kata anjun yang berarti pembuat kerajinan dari tanah liat. Namun seiring dengan perkembangan zaman, aktivitas kerajinan gerabah sudah ditinggalkan dan kampung arab Panjunan Cirebon kini justru banyak ditemui penjual toko elektronik hingga parfum. “Hanya tersisa dua toko yang masih menjual hasil kerajinan gerabah, itu pun dibuat di Desa Sitiwinangun,” ujarnya.

Dijelaskan Jajat, peninggalan sejarah dari kampung Arab Panjunan sebenarnya masih terlihat dari nama-nama jalan di kawasan tersebut seperti Gang Warung Bata yang dulunya digunakan sebagai tempat berjualan gerabah atau batu bata dan Gang Pengobongan yang dahulu dijadikan tempat membakar gerabah.

Ratnawati (70), pemilik kios gerabah di kawasan Panjungan sangat berharap dengan dibangunnya kampung wisata Arab dan Pecinan. “Sentra gerabah di sini mengalami masa keemasan pada tahun 1970-an,” ungkap Ratnawati. Saat ini, dirinya berupaya untuk tetap bertahan berjualan gerabah padahal tetangga-tetangganya sudah beralih profesi. Ratnawati memiliki harapan usaha kerajinan gerabah tetap eksis, dan didatangi wisatawan saat kampung Arab dan Pecinan di Panjunan jadi dibangun. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp