Pelaku Penembakan Paranormal di Tangerang Dibayar Rp 50 Juta

M merupakan otak penembakan paranormal A (43) di Tangerang. K sebagai eksekutor dibbantu S.

JAKARTA (IM) – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkap bahwa eksekutor yang menembak seorang paranormal  A (43), di depan rumahnya, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (18/9) lalu, adalah bayaran.

Pelaku berinisial  K dan S ternyata dibayar Rp 50 juta oleh seorang pengusaha angkutan umum berinisial  M di kawasan Banten.

“Yang dikeluarkan M Rp 60 juta. Rp 50 juta untuk eksekutor (K dan S) dan Rp 10 juta untuk Y sebagai penghubung (antara M dan K serta S),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (28/9).

Yusri mengatakan, uang pembayaran dari M diterima K dan S secara bertahap. Semula mereka mendapatkan bayaran Rp 35 juta seiring menyerahkan senjata api.

 “Sisa pembayaran diberikan kembali (oleh M) dengan memberi ponsel,” kata Yusri.

K dan S ditangkap polisi di kawasan Serang, Banten, saat akan berusaha melarikan diri ke daerah Sumatera. Para pelaku dalam melakukan aksinya memiliki peranan masing-masing. Tersangka M merupakak inisiator atau aktor dari aksi penembakan itu. Sedangkan S berperan sebagai joki yang memboncengi K sebelum menembak korban di depan rumahnya.

Yusri sebelimnya menjelaskan, motif penembakan terhadap A dilatarbelakangi dendam. Bermula saat istri M mendatangi A yang diketahui merupakan paranormal untuk memasang susuk pada tahun 2010. Pada proses pemasangan itu istri M diketahui berselingkuh dengan A.

M mengetahui rinya selingkuh dengan korban setelah mendapatkan pesan singkat dari seseorang kalau istrinya berselingkuh dengan A.

Polisi menyebut istri M dan A bahkan sempat melakukan hubungan badan layaknya suami istri di rumah dan di salah satu hotel kawasan Tangerang.

“Dua tahun terkahir, istrinya suruh mengaku (oleh M). Tapi belum ada pengakuan. Saat M mau menunaikan haji baru istrinya mengaku betul saat dia berobat dengan rayuan terjadi di rumah A dan juga berpindah ke hotel di Tangerang,” kata Yusri.

M yang mengetahui itu geram terhadap A. Terlebih M mengetahui kakak iparnya diduga turut menjadi korban dari A hingga berujung pada rencana aksi pembunuhan.

“Inilah yang menimbulkan M dendam untuk menghabisi korban. Ini yang kami persangkakan di Pasal 340 KUHP pembunuhan berencana dan sibsider 338 KUHP,” kata Yusri.

A tewas setelah ditembak oleh K atas suruhan M yang terjadi di depan rumahnya, Sabtu pekan lalu sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban tertembak di bagian pinggang. Korban segera dibawa ke Rumah Sakit Mulya Pinang.

Namun, pada pukul 19.17 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Adapun barang bukti berupa satu butir proyektil putih telah diamankan dari lokasi kejadian.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp