PBNU: Keliru Aksi Terorisme Dianggap sebagai Jihad

Ketua PBNU Robikin Emhas menegaskan keliru bila menganggap aksi terorisme sebagai jihad.

JAKARTA Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengataan, ada pemahaman yang keliru terkait aksi kejahatan terorisme di Indonesia sebagai bentuk jihad.

Robikin sebelumnya menampik pemahaman yang menganggap Indonesia sebagai negara kafir atau Darul Kufur. Menurutnya, pemahaman itu sangatlah keliru. Mengingat, Indonesia sebagai negara damai atau Darussalam.

“Kekeliruan yang lain adalah dalam memahami jihad,” kata Robikin dalam sebuah rekaman video yang diterima wartawan, Kamis (1/4) kemarin.

Robikin pun menjelaskan, jihad yang sebenarnya perlu dilakukan dalam negara damai atau Darussalam tersebut. Pertama, adalah ikhtiar atau sungguh-sungguh dalam mengendalikan hawa nafsu agar tidak melakukan hal yang destruktif, yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Jihad selain itu juga berikhtiar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sekaligus berjuang agar masyarakat bangsa menikmati kesejahteraannya berbagai bidang termasuk bidang ekonomi.

“Kenapa? karena ilmu pengetahuan dan teknologi udah maju, perekonomian, kesejahteraan juga sudah meningkat, maka dua aspek itu akan menjadi pilar bangunan peradaban yang kokoh yang agung yang luhur, itu lah sebetulnya perintah agama,” ujarnya.

Dia pun menanggapi fenomena adanya anak muda yang melakukan aksi teror dengan mengatasnamakan agama. Dia menyebut, pemahamannya untuk melakukan hal tersebut merupakan kekeliruan dalam memahami pesan-pesan agama.

Agama islam dan tentu juga agama lainnya, kata dia, tidak ada yang mengajarkan kekerasan, apalagi teror. Menurutnya, kekerasan pada keluarga sendiri saja tidak diperbolehkan, apalagi terhadap orang lain. “Islam adalah agama cinta kasih, bisa juga disebut sebagai agama kemanusiaan yang cita-cita luhurnya adalah mewujudkan peradaban. Kekeliruan ini harus diluruskan dan tidak boleh terus menerus disebarkan,” ujrnya menegaskan

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp